May 21, 2008

Ketika Hati Tak Sama…

Posted in Journal, just me, heart n mind at 10:12 pm by justrere

 

Ku terlalu baik pada wanita

Begitu kira-kira statusnya saat sedang online beberapa waktu yang lalu. Dia sudah mulai terasa berbeda saat saya pulang dari perjalanan jauh pulang pergi Ambarawa dengan my sist. Dia kadang hangat, tapi tak jarang dia juga dingin. Saya masih bertahan dengan sikapnya yang seperti itu, tak terprediksi.

Beberapa saat kemudian, saya mendapat kabar dia berada di luar kota yang cukup jauh, dan mungkin belum pernah disinggahi sebelumnya, sendrian dia disana. Cukup membuat saya bertanya, ada apa gerangan. Meski sempat diliputi rasa kuatir, tapi saya percaya padanya. Mungkin dia butuh waktu sejenak sendiri.

Read the rest of this entry »

May 19, 2008

Skak Mat!

Posted in Journal, just me, heart n mind at 6:44 am by justrere

Cerita ini terjadi saat dini hari….

Terbangun begitu saja, seperti Dia memibisikkan sesuatu pada telinganya, “Bangun…. Ini sudah hampir jam 3 pagi, ini saatnya….”. Lalu matanya langsung terbuka begitu saja. Dia sempat heran, karena dia baru tidur diatas jam 9 malam. Akhirnya dia turun untuk membasuh muka. Selanjutnya dia sudah bersimpuh padaNya, meminta ketenangan hati selagi yang lain masih terlelap.

Tiba-tiba perasaan itu datang kembali. Ketakutan yang hampir mencapai titik depresi kembali merasuki hatinya. Sama seperti ketika dia terdampar di rumah sakit kala itu. Dia sudah tidak kuat, dia akan turun ke bawah, membangunkan mereka yang terlelap, untuk menenangkannya. Tapi jauh di lubuk hatinya, dia ingin bertahan, mengalahkan ketakutannya hingga melawan depresi itu sendiri dengan tanganNya. Mulutnya terus berbicara denganNya, dari hati ke hati. Akhirnya, dia mulai berhasil. Mulai tampak ketenangan pada air mukanya. Dia mencoba mencurahkan isi kekalutan hatinya pada sahabat-sahabatnya dan dia yang menjadi sandaran hati. Dan hingga matahari akan naik di atas kepala, hanya adik kecilnya yang menguatkan hatinya. Lainnya, diam. Sandaran hati, tak terjamah.

Read the rest of this entry »

May 10, 2008

Jangan Pernah Pergi

Posted in just me, heart n mind at 5:33 am by justrere

Bersama Rinduku
Bersama Rindumu
Bersama Hatiku Warnai Langkahmu
Bersama Denganmu Arungi Mimpiku

Tak mengerti
dengan sikapmu akhir-akhir ini
masih ada tanya terselip di hatiku
rindu itu masih adakah?

Ku Berikan Semua
Hanya Untukmu, Hanya Untukmu
Jangan Kau, Jangan Pernah
Jangan Pergi, Jangan Pernah Pergi Dariku
Jangan Kau, Jangan Pernah
Jangan Pergi, Jangan Pernah Pergi Dariku
Jangan Pernah Pergi Dariku

Hanya denganmu
mulai kubuka hatiku
kuberikan segenap asa yang ada
Hanya denganmu
ku yakin akan dirimu
kuberikan setiap keping jiwaku

Bersama Nafasku
Bersama Nafasmu
Bersama Tubuhku Rebahkan Jiwamu
Bersama Denganmu Arungi Mimpiku
(Jangan Pernah Pergi – Alexa)

Semua mimpi ini
hanya terpusat padamu
dengan lakon utama
diriku dan dirimu di dalamnya
Ku ingin rebahkan tubuh ini
bersandar padamu
karena ku tlah lelah mencari
Ku hanya ingin arungi langkah ini
dengan menggenggam hatimu

– cepat kembali ya, my guide…. –

May 8, 2008

blank…

Posted in just me, heart n mind at 11:11 am by justrere

smoke

nyalakan…..
sulut….
hisap….
hembuskan….
hisap lagi…..
hembuskan….
sambil menikmati adiktif yang ada
sambil merenungi beberapa banyak hal….
yang tak berujung….
hisap….
hembuskan, perlahan-lahan…..
hisap lagi…..
hembuskan…..
tak berhenti…….
hanya ada tanya
kenapa, apa salahku?, dan kenapa, kenapa, kenapa??
hisap lagi
hembuskan kembali…..
resapi nikmat dan racunnya secara bersamaan…..

May 1, 2008

unComfort Feeling,,,

Posted in just me, heart n mind at 10:44 pm by justrere

Ada hal-hal yang tidak terprediksi
meski sudah direncanakan dengan super-duper matang
tapi, kadang di lapangan
ada hal-hal yang tidak bisa dikompromikan
entah karena keadaan atau karena ketidakberdayaan diri

Rasa tak nyaman ini mulai muncul ke permukaan
entah hanya ketidaknyamanan semata
ataukah aku mulai cemburu padanya
takut ketika pemilik hatinya datang
dan dia akan pergi dariku

picik ya?
mungkin memang…….
meski jika dinalar dengan logika yang ada
tak pantas aku rasa hak seperti itu
karena bagiku,
hanya senyumnya dan bahagianya
yang terpenting

mungkin bukan cemburu
layaknya dua insan yang saling berkisah cinta
tapi lebih karena biasaku atas dirinya
takut dia someday akan hilang
perlahan-lahan
seperti embun pagi yang mulai menghilang
saat mentari mulai bersinar…

diingatkan oleh seseorang,
bahwa dia bukan milik saya
dan dirinya punya kehidupan lain yang mesti dijalani
seperti saya juga punya kehidupan lain
dan kewajiban lain yang mesti dilakukan

mungkin bukan cemburu
seperti perkiraan semua orang
hanya mungkin ketika bukan lagi hanya saya seorang
yang akan diperhatikannya
atau mungkin bukan hanya saya yang akan
diberi kepercayaan olehnya
untuk mendengarkan seluruh cerita dari mulutnya
atau mungkin pula karena tidak menjadi pusat perhatian lagi

semua diawali dengan keegoisan semata
meski dengan pembenaran bahwa
kita juga berhak merasakan
apa yang namanya ‘take n give’
jika demikian apakah ketidaktulusan telah melandasi ini semua?
bukankah seharusnya berilah tanpa menharap balasan dalam bentu apapun
menyayangi tanpa syarat,,,
(dalam hati : mungkinkah….)

by : yang sedang belajar mengontrol keegoisan diri dan belajar menyayangi tanpa syarat

-semoga senyum itu selalu ada di hati dan terpancar di binar matamu, hanya ingin kebahagian untuk dirimu-

Ambarawa, 1 Mei 08, 23.04

April 19, 2008

dalam diam

Posted in just me, heart n mind, Poem, Prosa at 8:16 pm by justrere


dalam keramaian,
kau terdiam
dalam sepi,
kau juga bisu

tak ada sepatah kata terucap
dari bibir mungilmu
seperti layaknya,
ketika kau berceloteh riang

masih saja dalam diam,
ketika ku ajak bercerita
masih saja tak ada kata terucap,
saat ku mengusikmu

auramu kelabu
tak ada tawa
tak ada emosi
hanya mendung menggantung di sisi hatimu

– semoga mendung itu segera berlalu, dan kau akan tersenyum kembali sehingga dunia pun akan tersenyum bersamu. ini buat dirimu… –

April 7, 2008

Terbiasa..

Posted in just me, heart n mind at 7:59 am by justrere


membangunkan sapanya
saat ku terjaga
di pagi hari

menderngar ceritanya
saat ku akan terlelap
di malam hari

terbiasa dengan,
suara beratnya,
aroma maskulinnya,
hangat tatapannya,
hanya miliknya..

ku hanya ingin
mendengarnya sekali lagi
ku hanya mau
merasakan kedamaian
saat bersamanya

– akhirnya, aku bisa mendengarkannya kembali..-

ditulis di Malang, di kamar Neng (nengbiker.com) dengan henpunnya SE K610i dan Axis 🙂

April 2, 2008

Ketika memutuskan sendiri….

Posted in just me, heart n mind at 9:40 am by justrere

ketika mencoba melarikan diri beberapa waktu lalu,
saya berharap lebih
ada pikiran yang lebih jernih untuk mengurai semuanya
meski akhirnya dia kembali
tapi dia berubah
atau hanya rasa ini saja?
entahlah……
dia menjadi dingin
tidak seperti biasanya
canda dan celoteh itu
hilang tak berbekas…
ketika mencoba mengerjakan project yang tertunda,
demi sidang pada bulan juni ini
tak mampu singkirkan kerisauan hati

diantara semua kekalutan hati
ada rasa syukur
karena ada dirinya
selalu ada dalam hari-hariku
menghiburku dengan ceritanya, tentang ponakannya,
tentang hari-harinya, tentang tulisannya, tentang kekasih hatinya…
celoteh, celaan, tangisan, semuanya menghiburku
melupakan sejenak kegalauan ini
kemarin,
hati dan otak ini tak kuat
hanya ingin melihatnya senyumnya, mendengar celotehnya
walau hanya 5 menit
dan jarak tempuh ke tempatnya jauh lebih panjang
dari waktu bertemu dengannya
tapi, aku yakin dia mampu menenangkanku
meski dia tak tahu kekalutan ini
kehadirannya mampu membuatku percaya
aku tak sendiri lagi, setelah dia yang lain memutuskan pergi

aku emosi, saat dia menguatirkanku
padahal dia hanya bermaksud care padaku
maafkan aku, aku benar-benar menyesal
tlah melukaimu
malam tadi aku kembali lari
keluar dari rumah jam 20.15, menjemput adhek di Graha Pena, langsung ke Sutos
Pukul 23.30 ketika keluar dari Sutos, sendiri menembus gelap malam
Tiba dirumah, hampir tengah malam, masih merevisi denah Ibu…
Pagi ini setelah mengerjakan amanat Ibu,
langsung menuju kenjeran, berusaha merasakan sedikit damai
hanya hati lebih lapang…

tiba dirumah, dengan perut kosong
membaca sms dari dia
kaget, tapi berusaha mengerti
naik ke lantai 2, tak mampu menahan lagi
akhirnya linangan itu keluar tak mampu ditahan
memohon dengan sangat agar bisa mendengarkan suaranya
menjelaskan apa yang aku rasa
tapi keputusannya dah dibuat
aku hanya bisa menghargainya
tak bisa memaksa apapun
saat dia juga pergi meninggalkanku sendiri
terhenyak…..
ketika kututup pembicaraan itu, kembali berlinang
rasa sakit karena dua orang terdekat saat ini,
yang telah membuatku nyaman,
perlahan tapi pasti pergi, meninggalkanku disini
sakit itu kembali hadir
hampir dua tahun aku menutup luka itu
akhirnya terkoyak lagi…..
aku mencoba mengerti keinginannya dan dirinya
tapi tetap terasa di hati ini

aku ingin kau tahu,
kau begitu memberi arti padaku beberapa bulan terakhir
meski masih bertanya,
apa memang takdirku ditinggalkan dan sendiri?
ntahlah…. hanya DIA yang tahu jawabannya…..
terakhir, ini yang ingin kusampaikan
aku masih disini,
jika kau membutuhkanmu,
tangan ini, bahu ini…..
masih ada untuk kau bersandar
seperti dulu aku bersandar padamu (meski kau tak pernah sadar)

– kangen, sesal dan untaian kata yang tak sempat terucapkan padanya dan dirinya –

March 31, 2008

Akhirnya, runtuh jua…

Posted in just me, heart n mind at 7:59 pm by justrere

mencoba tegar,
mencoba kuat,
demi diriku
dan juga dirinya

ku lalui waktu
bergerak tertatih
bayangannya masih menari
dalam jengkal benakku

berusaha menunggu
dengan sabar dan ikhlas,
meski dengan keterpaksaan
karna hati tak mau kompromi

kau hinggap di relungku
tanpa pernah mengetuk dulu,
dan kini kau pun hilang
berarak awan yang tertiup angin

bentengku tlah runtuh,
otakku tak mampu berpikir,
hanya ada seribu tanya
tentangmu…

dan, satu tetes
meski kucoba menahan
tapi tetap saja
jatuh jua…

March 28, 2008

Cuek, Tak Peduli atau Hanya Ingin Menikmati Hidup?

Posted in just me, heart n mind at 4:09 pm by justrere

Pembicaraan ini dimulai tadi pagi, sebelum akhirnya mengungsi ke Citraland sementara waktu. Rebahan di kasur, sambil membaca buku SEFT yang katanya merupakan best seller, tapi belum sempat saya baca, hanya melihat sambil lalu. I asked my mom, “Buku sapa ini?”. “Buku dipinjami Bu Widjaja”. Dan percakapan itu pun mengalir. Mulai dari buku, worksop dan training sampai curhat Ibu tentang keluarnya beliau dari tempat prakteknya dan mencoba membuka praktek sendiri di rumah, sampe menyinggung Aunty, dan masalah ‘cermin’ dan akhirnya sikap kedua anaknya.

Beliau mulai bercerita waktu mengantarkan my Lil’Bro ke dokter kulit beberapa waktu lalu. Kebetulan, beberapa waktu sebelumnya saya menemui dokter tersebut. My mom said, “Kata dokter Ninik, kok mbaknya lebih cuek dari adiknya, bu?”. I said, “dimana letak kecuekannya?”, tanya saya bingung. Saya sadar sesadar-sadarnya, hampir semua orang bilang saya cuek. Yang saya ingin tahu, cuek dalam hal apa? Untung masalah di dalam keluarga, saya sulit berkomunikasi dengan mereka. Yang saya maksud disini adalah keluarga besar, dimana Bapak terdiri dari 12 bersaudara dan Ibu 5 bersaudara. Entahlah, rasanya saya ‘berbeda’ dengan mereka. Salah satu teman pernah mengingatkan saya beberapa tahun lalu, “Cobalah untuk mendekati mereka, berbaur dengan mereka. Jangan meminta mereka untuk mengerti dirimu, tapi kamu yang coba mengerti mereka”. Ya, dan saya berusaha. Cuma sering kali saya hanya diam, sibuk dengan pikiran saya sendiri. Apakah jika demikian saya bisa dikategorikan cuek, enggak peduli? Saya memang bawel seperti katanya, tapi enggak jarang saya jadi pendiam. Apakah jika demikian saya ada masalah? ada beban? Tidak selalu. Apakah dengan diam, saya bukan ‘saya’ yang sebenarnya? Tidak juga. Ya, saya memang kompleks dan memusingkan orang-orang di sekitar saya. Saya tidak menuntut mereka mengerti saya. Sebaliknya, saya berusaha mengerti mereka, dan itu sedang dalam proses.

Bukannya saya diam berarti tidak peduli, tapi kadang saya bingung merangkai kata-kata yang ingin saya sampaikan kepada mereka. Saya ingat, saat saya sibuk diantara pekerjaan partime dan kuliah, terjadi sesuatu dengan Ibu di rumah. Tidak ada yang mengabarkan kepada saya tentang keadaan beliau. Seorang kerabat menelpon dan bertanya keadaan Ibu. Tentu saja saya bingung, setau saya Ibu ada dirumah dan baik-baik saja. Kerabat saya langsung menuduh saya tidak peduli dengan keluarga. Saya mencoba membela bahwa saya tidak dirumah, dan seharusnya orang rumah yang memberi kabar kepada saya. Tapi lambat laun, saya berusaha merubah sikap itu, meski tidak mudah. Saya berusaha bertanya tentang keadaan di rumah.

Lain halnya jika orang lain memberi komentar tentang penampilan saya, tentang kehidupan yang saya jalani, dan segala yang menyangkut diri saya, saya dulu cenderung tidak peduli, tidak mendengarkan mereka. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya belajar. Mencoba mendengarkan mereka, dan mengikuti apa yang mereka sarankan. Akhirnya, pada analisa terhadap diri sendiri yang akhir-akhir ini saya lakukan, saya merasa tidak punya jati diri. Saya tidak punya keinginan, hanya mengikuti suara terbanyak. Sampai My Lil’Bro menyadarkan saya, kenapa hidup saya ‘disetir’ oleh orang lain? Jika saya tidak nyaman, kenapa hanya diam saja. Saat itulah saya seperti baru dibangunkan dari mimpi yang sendiri tak yakin saya sedang tidur atau terbangun. Saya baru sadar saya tidak tahu apa yang saya mau. Saya seperti bunglon, warna kulit berubah sesuai keberadaan saya. Saya terlalu sibuk dengan orang lain, sampai tak memperhatikan kepribadian dan jiwa saya. Bahwa saya tidak nyaman dengan keadaan sebelumnya, tapi saya tidak berani berpendapat, hanya tak ingin melukai orang yang sangat mencintai saya. Tapi, saya tidak mau seperti terus-menerus. Akhirnya, saya mencoba mengatakan apa yang ada di hati saya. Beberapa orang terdekat kaget dengan perubahan ini, ada juga yang menolak. Saya berusaha untuk kekeuh, meski terkadang tidak tega. Saya tetap mendengarkan mereka, tapi jika saya tidak nyaman, maka saya tidak akan menuruti kehendak mereka. Mereka bilang, saya egois, cuek, hanya memikirkan diri sendiri dan tidak mau dikritik. Saya mencoba berkompromi. Trauma masa lalu membuat ketidaknyamanan. Mungkin saya cuek dalam beberapa hal tertentu. Saya cuma ingin menjadi diri sendiri dan menemukan kenyamanan dengan keadaan saya.


Question for readers (Mohon dijawab) :
1. Menurut Anda, saya cuek?
2. Seberapa kadar cuek saya?

Previous page · Next page