May 21, 2008

Mati Rasa atau Takut Berharap?

Posted in My Mind's Speak Up! at 4:33 pm by justrere

B, pnh bc postingku yg crita soal Tuhan menjawab doa dg caraNya? Bhw Dia mbuat kita mbuat kita melupakan keinginan kita sendiri? Plahan2 kok aku mati rasa ma F ya? Hmmm…

Mendapat sebuah pesan singkat dari my sist, membuat saya berpikir. Dia mati rasa atau dia takut berharap lebih pada pujaan hatinya? Yang saya tahu, selama ini dia selalu mendapatkan curahan kasih sayang dari dia disana. Membangun asa dan harapan bersama.

Tapi, manusia cuma bisa berencana, tapi balik lagi, “Manager Kehidupan” yang akan mengambil keputusan. Tiba-tiba keadaan mulai tidak berpihak pada my sist. Dia yang disana, mulai jarang memberi kabar, mulai susah dihubungi. Sempat dia berpikir untuk menyerah di sela tangis-tangis malamnya. Tapi, setelah melakukan perjalanan ribuan km, untuk bertemu dengannya, dia tahu bahwa dia dan dia masih punya asa. Dia hanya butuh waktu sejenak.

Sekali lagi, dia mengirimkan sebuah pesan singkat pada saya. Yang menunjukkan bahwa dia mulai lelah untuk menunggu sikap kekasih hati yang masih tidak jelas.

Aku udah mau give up B. Aku mulai capek. Mungkin uda waktunya aku realistis.

Bagi saya pribadi, bukan hal mudah keluar dari zona nyaman. Dimana dia sudah terbiasa mendapatkan curahan dan limpahan kasih sayang, dan sekarang tiba-tiba dia disana menjadi lebih pasif. Mungkin ini saatnya, bagi dia untuk menunjukkan sayangnya pada pujaan hatinya.

Jika kita berpikir kita lelah untuk menunggu, maka itulah yang kita dapat. Kenapa harus lelah? Bukankah semua yang kita lakukan harus diiringi dengan rasa ikhlas yang benar-benar tulus? Bagi saya, jika dia disana masih mempertahankan diri kita, berarti dia masih punya asa bersama kita, bukan? Bagi saya, mati rasa atau tidak, semua tergantung dari kita. Mungkin sebenarnya kita hanya takut berharap lebih, sementara dia disana (mungkin) tak perduli dengan kita. Jika kita sudah tak mau berharap, berarti kita sudah menyerah. Jika masih ada waktu dan asa bersama, tak ada salahnya berani berharap. Dan jangan pernah pikirkan hasilnya nanti. Percaya saja pada harapan kita. Toh, kita belum tau apa yang terjadi di masa depan, kenapa harus menghabiskan resource otak dengan mikir itu? Memikirkan masa depan boleh saja, asal sesuai dengan kapasitas kita sebagai manusia. Karena hanya Tuhan yang bisa melakukan apa yang DIA mau, sedangkan kita cuma bisa melakukan apa yang kita mampu lakukan.

11 Comments »

  1. Reth said,

    You’ll never know if you’re never try, ya kan Re…
    so, kalo qta dah usaha dan bertahan untuk terus berjuang tapi kalo apa yg qta pertahankan dan qta perjuangkan ga mau untuk dipertahankan, ya lebih baik qta realistis aja.

    It’s never wrong to giving it up kok.

    Tetep smangat ya!!

  2. Reth said,

    Kok icon devilish girlku ilang ganti jadi kotakยฒ???๐Ÿ˜ˆ

  3. AngelNdutz said,

    cemangad yuh….
    Rere pasti bisa

    *kok jd slogan seabad HARKITNAS???

  4. Nana said,

    many thanks for the post Re, “ngena” banget ke gw Re
    “Mungkin sebenarnya kita hanya takut berharap lebih, sementara dia disana (mungkin) tak perduli dengan kita. Jika kita sudah tak mau berharap, berarti kita sudah menyerah. Jika masih ada waktu dan asa bersama, tak ada salahnya berani berharap. Dan jangan pernah pikirkan hasilnya nanti. Percaya saja pada harapan kita.”๐Ÿ˜‰ siapa tau juga nanti pada akhirnya kenyataan sesuai dengan harapan kita, ya kan Re?”selama dia masih mempertahankan kita, berarti dia juga masih punya asa yang sama kan…?๐Ÿ˜‰
    thanks sist…

  5. tintin said,

    yah ternyata dia perhatian sebagai teman yah ..??
    humm kayaknya para cowok harus lebih berhati-hati lagi deh .. nggak bolehmainin perasaan cewek .. *sok kotbah* ..

    well saranku sih mending cari yang suka ma kamu apa adanya dan dirimu suka *standar yah ..?? * ya itulah arti sekufu .. kalo nggak gitu kacian ..๐Ÿ™‚

  6. jeunglala said,

    emang uda beneran mati, B..๐Ÿ˜ฆ

  7. aAng said,

    jangan mati rasa
    jangan takut berharap
    jalani aja semampu kita
    trus, apapun yg terjadi, yakinlah itu yg terbaik

  8. gempur said,

    saya mendengar dan melihat.. saya tungguu perkembangannya…

  9. ndop said,

    SEMANGAT!!!
    OPTIMIS!!!
    BERSYUKUR!!
    TERSENYUM!!

    itu sajah sih sebenarnya hidup ini….
    bener gak ya??๐Ÿ™„

  10. aziz said,

    setuju ma ndop, hidup gak usah dibikin susah, yang penting jalanin aja, enjoy, asal tetep tanggung jawab…. tul gak..?….?

  11. handa said,

    sama bgt ma apa yg aku rasakan,takut berharap karena ga jelas n mengakhirnya tuk buat hatiku nyaman,alhamdulillah nyaman, smua diambil hikmahnya ja n syukuri apa yg dirasa skarang walopun nyaris mati rasa…. Yang penting semangat to menyambut yg lebih baik…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: