May 19, 2008

Skak Mat!

Posted in Journal, just me, heart n mind at 6:44 am by justrere

Cerita ini terjadi saat dini hari….

Terbangun begitu saja, seperti Dia memibisikkan sesuatu pada telinganya, “Bangun…. Ini sudah hampir jam 3 pagi, ini saatnya….”. Lalu matanya langsung terbuka begitu saja. Dia sempat heran, karena dia baru tidur diatas jam 9 malam. Akhirnya dia turun untuk membasuh muka. Selanjutnya dia sudah bersimpuh padaNya, meminta ketenangan hati selagi yang lain masih terlelap.

Tiba-tiba perasaan itu datang kembali. Ketakutan yang hampir mencapai titik depresi kembali merasuki hatinya. Sama seperti ketika dia terdampar di rumah sakit kala itu. Dia sudah tidak kuat, dia akan turun ke bawah, membangunkan mereka yang terlelap, untuk menenangkannya. Tapi jauh di lubuk hatinya, dia ingin bertahan, mengalahkan ketakutannya hingga melawan depresi itu sendiri dengan tanganNya. Mulutnya terus berbicara denganNya, dari hati ke hati. Akhirnya, dia mulai berhasil. Mulai tampak ketenangan pada air mukanya. Dia mencoba mencurahkan isi kekalutan hatinya pada sahabat-sahabatnya dan dia yang menjadi sandaran hati. Dan hingga matahari akan naik di atas kepala, hanya adik kecilnya yang menguatkan hatinya. Lainnya, diam. Sandaran hati, tak terjamah.

Selesai mencurahkan isi hatinya, dia mulai kembali berkutat dengan laptopnya, yang selama ini selalu menemaninya. Mulai kembali mengerjakan tugas terakhirnya sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu. Tempat yang selama hampir 6 tahun ini memberikan tangis dan tawa, dan semakin memberikan senyum dan arti hidup dan perjuangan.

Ketika menjelang malam, dia akhirnya tau bahwa waktu untuk meninggalkan tempat itu, mesti mundur sejenak. Karena kelalaiannya dan sebenarnya juga karena dia terlalu fokus pada ketakutannya, dia akhirnya tidak bisa meninggalkan tempat itu pada bulan depan. Dia harus menunggu hinggal 1 bulan sebelum dia berulang tahun. Dia kaget, tapi masih bisa bertahan. Dia bingung bagaimana menceritakan hal ini pada orang-orang di rumah, dimana dia tlah berjanji pada mereka. Sesalnya tak dapat memberi senyum pada hari-hari mereka.

Pelan-pelan, dia mulai observasi terhadap keadaan yang ada dan kemungkinan yang mungkin terjadi serta apa yang bisa dia lakukan. Karena selain mesti menyelesaikan tanggung jawab sebelum dia pergi, dia mesti membayar semua pengeluaran di tempat itu selama kurang lebih dari 6 bulan ke depan. Dia mulai berpikir kembali mengais pundi-pundi sebagai tenaga parttime. Tapi waktu dan energi tak mungkin dipaksa. Akhirnya dia putuskan melakukan apa yang sudah dia lakukan untuk mendapatkan sedikit pundi-pundi, tapi kali ini secara intensif, setiap sore atau malam, kecuali weekend, untuk memberikan waktu bagi dia sendiri.

Belum lagi masalah dia harus membayar ‘lubang’ yang dia buat sendiri karena jeli memperkirakan suatu hal dan karena (lagi-lagi) keteledorannya. Dia harus bekerja lebih keras lagi untuk membayar itu semua.

Tiba-tiba orang selama ini menjadi sandarannya mulai berubah, kadang hangat kadang dingin, semenjak dia pulang dari kota kecil disana, mengantarkan kakaknya. Entah apa yang terjadi. Hingga dia bercerita hal ini, dia masih dingin dan cenderung menghindar dengan diamnya.

Di suatu malam, dia kembali menyesap candunya. Dia tidak bermaksud, hanya ingin, itu saja. Dia tahu, itu tidak indah sama sekali.

Semuanya jadi seperti papan catur. Layaknya sebuah skak mat dari Tuhan kepadanya. Tapi apakah skak mat adalah akhir dari sebuah permainan? Tidak juga. Dia masih bisa bermain dengan stategi yang cerdas, tentunya. Dia ingat seorang teman berkata (mungkin malah teman itu tidak sadar), “We just Die Once, So Live Your Live Fullest”. Quote ini cukup menyadarkan dia. Bahwa semua orang akan kembali padaNya. Pergunakan waktu yang tersisa ini untuk lebih banyak memberikan senyum pada mereka yang menyayanginya dan kepada mereka yang memnag butuh sandaran dan gandengan tangan, untuk berjalan bersama dengan senyum.

Satu yang pasti, dia ternyata tidak sendiri. Dia punya kakak yang begitu menyanginya hingga sesal akan candu dan hampir hilangnya yakin pada dirinya. Dia miliki adik kecil yang mampu memberikan kekuatan untuk bangkit dan tak menyerah. Dia masih punya teman-teman terbaik yang juga berjuang bersamanya. Dan yang terpenting dia masih punya keyakinan terhadap DIA.

– Dont give up, I know that you can through this one๐Ÿ™‚ –

14 Comments »

  1. nengbiker said,

    be patient.. u’ll have a way out. just don’t give up.

  2. dhega said,

    semoga dia tetap tabah dan tegar menghadapi semua ini..

  3. kucluk said,

    semoga dia juga mampu bertahan atas semua ini!

  4. Anang said,

    tetap smangat re

  5. wier said,

    Dia Maha Pengampun kok…

  6. jeunglala said,

    Bilang sama ‘dia’, if someone can get through hell and back, then she/he can do it too.
    …. yang bikin beda hanya berapa lama waktu yang dibutuhkan, lainnya? sama aja…
    oh ya, please tell her/him, nicotin can get things worse. This is I know for certain. Okay?

  7. ubadbmarko said,

    ukhh… tulisannya pada panjang-panjang, aku lelah bacanya.

  8. masmoemet said,

    jangan menyesal
    jangan menyerah
    jangan terpuruk

    semangat !!!

  9. avy said,

    aduh Re..tulisanmu berat banget…..tulalit nih…
    pucing….
    mending mikirin kopi dah..

  10. cempluk said,

    dia juga memiliki kawan2 blogger yang selalu membantu nya suka maupun duka๐Ÿ™‚

  11. Nana said,

    dan selamanya dia ga akan pernah sendiri, bakal selalu ada orang2 yang menyaanginya, dan DIA yang diatas segalanya, juga ga akan pernah lupa apalagi meninggalkannya…
    everybody have their own problem, cuma, tergantung gimana kita nyikapinnya aja.. dan gw yakin, dia bukan orang yang gampang menyerah dengan keadaan.. bukan begitu Re?
    semangat!!!๐Ÿ˜‰

  12. izkant said,

    ati-ati lho mba disini banyak karya bagus, jadi be careful to copas action!!๐Ÿ™‚

  13. ndop said,

    pokoknya tetep semangat untuk hidup saja mbak rere…

    eh, aku juga malah lebih dari enam tahun kul.. lo… soalnya saya belum apa-apa skripsinya sampai sekarang… tapi saya tetep hepi saja… hehehe…

  14. AngelNdutz said,

    Cemangad!!!! Gak ada yg gak bagi-Nya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: