April 3, 2008

Break for a while….

Posted in Journal at 11:20 am by justrere

Sejak beruntun beberapa kejadian yang membuat saya kembali ke fase mellow, seharian kemarin tak bisa melakukan apapun. Begitu banyak pertanyaan yang muncul, tanpa tahu jawabannya sedikit pun. Bahkan terlintas untuk hiatus, break for a while dari dunia blog. Meski saya tetap menulis, meski saya curahkan di tempat lain. Mungkin di blog lama saya, yang tidak banyak yang tahu alamatnya, meski sempat saya singgung di blog saya ini 🙂 Mungkin juga menulis di beberapa portal yang mengijinkan saya menulis dengan konsep citizen journalism (Silahkan googling kalau tidak tahu artinya 🙂 ).

Tadi malam, yang seharusnya saya hadir di KopDar TuguPahlawan, saya tidak hadir. Padahal agendanya sedang membahas Aksi Anti Kelaparan dan Gizi Buruk. Maafkan saya tidak bisa hadir ya…. Tadi malam saya mengunjungi Adhek saya, Unyil, di Graha Pena. Sebelumnya, sore hari waktu chatting dengan Adhek di sela-sela deadline dari KG, saya ajak dia keluar. Dia mau dengan syarat saya mentraktirnya di Coffee Bean 🙂 Saya sanggupi, toh demi Adhek kan.. 😛 Tapi semuanya batal karena dia tidak bisa keluar kantor, akhirnya saya yang ke kantornya. Sebetulnya mau saya pesankan Coffee Toffee demi menemaninya begadang di sela-sela kerjaannya, tapi saya lupa telponnya Mamat, baristanya Mas Avy (Mas, sms ke aku telpunnya Mamat yah 🙂 ). Sore itu pula Maz Crurly chatting dengan saya, dengan percakapan yang mulai menghangat tidak seperti beberapa hari lalu 🙂 Malah sempat nyerempet-nyerempet, saling becanda, hehehehe, seneng juga, meski belum sempat dengar suaranya serak ketika bangun tidur 🙂

Sesampainya di Graha Pena, ada beberapa teman wartawan grup Jawa Pos yang sempat dikenalkan kepada saya. Saya dan adhek malah tidak banyak ngobrol, entahlah, hehehehehe 😛 Cuma saat saya cerita tentang Maz Curly, dia cuma senyum. Saya jujur padanya saat saya sempat su’udzon aka berburuk sangka padanya, sorry, dhek….. Waktu saya cerita tentang keadaan saya akhir-akhir ini, dia cuma memandang dengan tatapan yang menurut saya meremehkan 😛 dan senyum centilnya 🙂 Dia cuma koemtar, “ngapain mellow-mellow sih?”, lalu saya jawab, “kayak kamu enggak ajah”. Dia balas, “kamu nemen, sist”. Jeder! Dasar yah! Tapi aku seneng kok. Malam itu, kita jadi menertawakan ke-mellow-an saya. Saya jadi teringat, Ndutty, dia pernah bilang, “mungkin kita sekarang marah, sedih berlebihan, tapi someday kita pasti menertawakannya kok”.

Pagi ini melihat komen di blog, kaget komen dari Ahek bejibun bangetz 😀 Mulai dari protes lucunya sampai nasihat dodolnya buat menikmati proses ke-mellow-an 🙂 Jadi mikir, ternyata sudah laaaaammmmaaaa banget enggak mellow kayak gini. Lebih dari satu tahun tidak merasakan mellow seperti ini 😛 Akhirnya mulai ada sedikit perbaikan hati dan suasana 🙂 Jika kemarin langit biru masih terlihat mendung, sekarang mendung mulai menjadi semburat awan yang menemani langit 🙂

Pertanyaan kali ini, kalo saya break bentar, bolehkan (meski tak tahu esensinya dan tetap menulis di tempat lain yang tak terdeteksi -mungkin hanya sifat childish 😛 – )?

Update :
Tiba-tiba terlintas…. Kalo lagi mellow, kita akan terkonsentrasi pada pikiran dan masalah kita sendiri. Merasa kenapa harus kita, apa salah kita, sampai merasa kita paling menderita, de-el-el. Cobalah lihat di sekeliling kita, begitu banyak yang bisa kita lakukan buat orang lain. Buat orang-orang di sekitar kita, buat orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita, atau hanya sebagai sandaran dan tempat curhat bagi teman-teman yang selama ini kita tidak terlalu perhatikan. Dengan belajar peka dengan lingkungan sekitar, akan memberikan banyak hal positif yang akan kembali ke kita. Bukankah sebaik-baik manusia, ketika dia bisa berguna bagi sesamanya? 🙂