April 2, 2008

Ketika memutuskan sendiri….

Posted in just me, heart n mind at 9:40 am by justrere

ketika mencoba melarikan diri beberapa waktu lalu,
saya berharap lebih
ada pikiran yang lebih jernih untuk mengurai semuanya
meski akhirnya dia kembali
tapi dia berubah
atau hanya rasa ini saja?
entahlah……
dia menjadi dingin
tidak seperti biasanya
canda dan celoteh itu
hilang tak berbekas…
ketika mencoba mengerjakan project yang tertunda,
demi sidang pada bulan juni ini
tak mampu singkirkan kerisauan hati

diantara semua kekalutan hati
ada rasa syukur
karena ada dirinya
selalu ada dalam hari-hariku
menghiburku dengan ceritanya, tentang ponakannya,
tentang hari-harinya, tentang tulisannya, tentang kekasih hatinya…
celoteh, celaan, tangisan, semuanya menghiburku
melupakan sejenak kegalauan ini
kemarin,
hati dan otak ini tak kuat
hanya ingin melihatnya senyumnya, mendengar celotehnya
walau hanya 5 menit
dan jarak tempuh ke tempatnya jauh lebih panjang
dari waktu bertemu dengannya
tapi, aku yakin dia mampu menenangkanku
meski dia tak tahu kekalutan ini
kehadirannya mampu membuatku percaya
aku tak sendiri lagi, setelah dia yang lain memutuskan pergi

aku emosi, saat dia menguatirkanku
padahal dia hanya bermaksud care padaku
maafkan aku, aku benar-benar menyesal
tlah melukaimu
malam tadi aku kembali lari
keluar dari rumah jam 20.15, menjemput adhek di Graha Pena, langsung ke Sutos
Pukul 23.30 ketika keluar dari Sutos, sendiri menembus gelap malam
Tiba dirumah, hampir tengah malam, masih merevisi denah Ibu…
Pagi ini setelah mengerjakan amanat Ibu,
langsung menuju kenjeran, berusaha merasakan sedikit damai
hanya hati lebih lapang…

tiba dirumah, dengan perut kosong
membaca sms dari dia
kaget, tapi berusaha mengerti
naik ke lantai 2, tak mampu menahan lagi
akhirnya linangan itu keluar tak mampu ditahan
memohon dengan sangat agar bisa mendengarkan suaranya
menjelaskan apa yang aku rasa
tapi keputusannya dah dibuat
aku hanya bisa menghargainya
tak bisa memaksa apapun
saat dia juga pergi meninggalkanku sendiri
terhenyak…..
ketika kututup pembicaraan itu, kembali berlinang
rasa sakit karena dua orang terdekat saat ini,
yang telah membuatku nyaman,
perlahan tapi pasti pergi, meninggalkanku disini
sakit itu kembali hadir
hampir dua tahun aku menutup luka itu
akhirnya terkoyak lagi…..
aku mencoba mengerti keinginannya dan dirinya
tapi tetap terasa di hati ini

aku ingin kau tahu,
kau begitu memberi arti padaku beberapa bulan terakhir
meski masih bertanya,
apa memang takdirku ditinggalkan dan sendiri?
ntahlah…. hanya DIA yang tahu jawabannya…..
terakhir, ini yang ingin kusampaikan
aku masih disini,
jika kau membutuhkanmu,
tangan ini, bahu ini…..
masih ada untuk kau bersandar
seperti dulu aku bersandar padamu (meski kau tak pernah sadar)

– kangen, sesal dan untaian kata yang tak sempat terucapkan padanya dan dirinya –