March 31, 2008

Akhirnya, runtuh jua…

Posted in just me, heart n mind at 7:59 pm by justrere

mencoba tegar,
mencoba kuat,
demi diriku
dan juga dirinya

ku lalui waktu
bergerak tertatih
bayangannya masih menari
dalam jengkal benakku

berusaha menunggu
dengan sabar dan ikhlas,
meski dengan keterpaksaan
karna hati tak mau kompromi

kau hinggap di relungku
tanpa pernah mengetuk dulu,
dan kini kau pun hilang
berarak awan yang tertiup angin

bentengku tlah runtuh,
otakku tak mampu berpikir,
hanya ada seribu tanya
tentangmu…

dan, satu tetes
meski kucoba menahan
tapi tetap saja
jatuh jua…

March 28, 2008

Cuek, Tak Peduli atau Hanya Ingin Menikmati Hidup?

Posted in just me, heart n mind at 4:09 pm by justrere

Pembicaraan ini dimulai tadi pagi, sebelum akhirnya mengungsi ke Citraland sementara waktu. Rebahan di kasur, sambil membaca buku SEFT yang katanya merupakan best seller, tapi belum sempat saya baca, hanya melihat sambil lalu. I asked my mom, “Buku sapa ini?”. “Buku dipinjami Bu Widjaja”. Dan percakapan itu pun mengalir. Mulai dari buku, worksop dan training sampai curhat Ibu tentang keluarnya beliau dari tempat prakteknya dan mencoba membuka praktek sendiri di rumah, sampe menyinggung Aunty, dan masalah ‘cermin’ dan akhirnya sikap kedua anaknya.

Beliau mulai bercerita waktu mengantarkan my Lil’Bro ke dokter kulit beberapa waktu lalu. Kebetulan, beberapa waktu sebelumnya saya menemui dokter tersebut. My mom said, “Kata dokter Ninik, kok mbaknya lebih cuek dari adiknya, bu?”. I said, “dimana letak kecuekannya?”, tanya saya bingung. Saya sadar sesadar-sadarnya, hampir semua orang bilang saya cuek. Yang saya ingin tahu, cuek dalam hal apa? Untung masalah di dalam keluarga, saya sulit berkomunikasi dengan mereka. Yang saya maksud disini adalah keluarga besar, dimana Bapak terdiri dari 12 bersaudara dan Ibu 5 bersaudara. Entahlah, rasanya saya ‘berbeda’ dengan mereka. Salah satu teman pernah mengingatkan saya beberapa tahun lalu, “Cobalah untuk mendekati mereka, berbaur dengan mereka. Jangan meminta mereka untuk mengerti dirimu, tapi kamu yang coba mengerti mereka”. Ya, dan saya berusaha. Cuma sering kali saya hanya diam, sibuk dengan pikiran saya sendiri. Apakah jika demikian saya bisa dikategorikan cuek, enggak peduli? Saya memang bawel seperti katanya, tapi enggak jarang saya jadi pendiam. Apakah jika demikian saya ada masalah? ada beban? Tidak selalu. Apakah dengan diam, saya bukan ‘saya’ yang sebenarnya? Tidak juga. Ya, saya memang kompleks dan memusingkan orang-orang di sekitar saya. Saya tidak menuntut mereka mengerti saya. Sebaliknya, saya berusaha mengerti mereka, dan itu sedang dalam proses.

Bukannya saya diam berarti tidak peduli, tapi kadang saya bingung merangkai kata-kata yang ingin saya sampaikan kepada mereka. Saya ingat, saat saya sibuk diantara pekerjaan partime dan kuliah, terjadi sesuatu dengan Ibu di rumah. Tidak ada yang mengabarkan kepada saya tentang keadaan beliau. Seorang kerabat menelpon dan bertanya keadaan Ibu. Tentu saja saya bingung, setau saya Ibu ada dirumah dan baik-baik saja. Kerabat saya langsung menuduh saya tidak peduli dengan keluarga. Saya mencoba membela bahwa saya tidak dirumah, dan seharusnya orang rumah yang memberi kabar kepada saya. Tapi lambat laun, saya berusaha merubah sikap itu, meski tidak mudah. Saya berusaha bertanya tentang keadaan di rumah.

Lain halnya jika orang lain memberi komentar tentang penampilan saya, tentang kehidupan yang saya jalani, dan segala yang menyangkut diri saya, saya dulu cenderung tidak peduli, tidak mendengarkan mereka. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya belajar. Mencoba mendengarkan mereka, dan mengikuti apa yang mereka sarankan. Akhirnya, pada analisa terhadap diri sendiri yang akhir-akhir ini saya lakukan, saya merasa tidak punya jati diri. Saya tidak punya keinginan, hanya mengikuti suara terbanyak. Sampai My Lil’Bro menyadarkan saya, kenapa hidup saya ‘disetir’ oleh orang lain? Jika saya tidak nyaman, kenapa hanya diam saja. Saat itulah saya seperti baru dibangunkan dari mimpi yang sendiri tak yakin saya sedang tidur atau terbangun. Saya baru sadar saya tidak tahu apa yang saya mau. Saya seperti bunglon, warna kulit berubah sesuai keberadaan saya. Saya terlalu sibuk dengan orang lain, sampai tak memperhatikan kepribadian dan jiwa saya. Bahwa saya tidak nyaman dengan keadaan sebelumnya, tapi saya tidak berani berpendapat, hanya tak ingin melukai orang yang sangat mencintai saya. Tapi, saya tidak mau seperti terus-menerus. Akhirnya, saya mencoba mengatakan apa yang ada di hati saya. Beberapa orang terdekat kaget dengan perubahan ini, ada juga yang menolak. Saya berusaha untuk kekeuh, meski terkadang tidak tega. Saya tetap mendengarkan mereka, tapi jika saya tidak nyaman, maka saya tidak akan menuruti kehendak mereka. Mereka bilang, saya egois, cuek, hanya memikirkan diri sendiri dan tidak mau dikritik. Saya mencoba berkompromi. Trauma masa lalu membuat ketidaknyamanan. Mungkin saya cuek dalam beberapa hal tertentu. Saya cuma ingin menjadi diri sendiri dan menemukan kenyamanan dengan keadaan saya.


Question for readers (Mohon dijawab) :
1. Menurut Anda, saya cuek?
2. Seberapa kadar cuek saya?

March 27, 2008

Duper Muaaallllleeeezzzzz MODE ON

Posted in Journal at 4:37 pm by justrere

Di otak ini begitu banyak ide yang ingin dituangkan dalam rangkaian kalimat-kalimat. Tapi apa daya. Rasa kemalasan begitu besar. Akhirnya semua ide jadi menjamur dan basi. Sama dengan proyek skripsi yang harusnya kelar akhir bulan ini (deadline terhadap diri sendiri) tapi nyatanya? Enggak tersentuh. Salah satu teman saya, Novi, pernah bilang, bangun pagi harus disentuh dulu programnya, otak-atik modul dulu, ntar pasti ga males akan menguap. Tapi itu teori kan…. meski pernah kujalani dan it’s work, even just a few days….

Tapi enggak mungkin kayak gini mulu. Kemarin waktu pameran buku murah beli buku, judulnya Membaca Rahasia Hati. Disebutkan disana bahwa ruh kita awalnya merupakan ruh dengan sifat-sifat yang baik dariNYA, lalu disatukan dengan jasad yang membawa nafsu. Menurut saya malas adalah salah satu nafsu tadi. Dan memang harus dilawan. Ah, dan enggak semudah bicara dan menuliskannya disini. Tapi jika dibiarkannya, akan terus berlarut-larut dan bertambah parah. -sigh-

So, dengan sedikit ketakutan, keraguan dan segala hal yang mengikutinya, aku harus usaha menghancurkannya. Rencananya, mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan (entah sampai kapan) akan menginap sementara di rumah mas sepupu di Citraland. Mencari suasana baru, menjernihkan pikiran. Teringat kata-kata Uni tadi malem waktu telepon interlokal, “Buat apa kamu disana? Bukankah kamu cuma lari ajah? Kenapa enggak dinikmati semua suasana yang ada di rumah sekarang, hancurkan semua ketakutan dan keraguan kamu”. -sigh- emang bener sih. Tapi tadi pagi, My Lil’Bro ternyata juga mo ikut menginap disana. Tadi pagi waktu telepon ma Aunty, dia sempat bilang “jadi tidur Citraland, Re? Berarti cuma Bapak ma Ibu dirumah?”. Hmmmm, jadi mikir. Iya yah. Cuma tinggal mereka berdua dengan pembantu dan sodara yang emang tinggal dirumah. Yah, akhirnya tetep di Citraland, meski enggak lama. Berusaha menikmati di rumah apapun keadaannya. Sekarang lagi usaha, bagaimana caranya hal ini jadi tantangan bukanya beban, dan menjadikannya nyaman dan menikmati berada di rumah dan menghabiskan sebagian waktu di rumah (selama bertahun-tahun lebih banyak di luar rumah).

*Sore ini, belum sms dirinya. Sengaja menuruti kemauannya untuk sendiri dulu. Semoga ntar malem waktu aku sms, ada balasan darinya. Apakah ini hanya sensasi untuk menaklukannya sekali lagi, atau sudah mulai nyaman dengan kehadiran dirinya?…………..*

March 26, 2008

Kangennnn….!

Posted in Journal at 2:35 pm by justrere

Beberapa waktu terakhir lagi kangen banget ma orang-orang terdekat saya. Mulai dari Uni di Jakarta, Ndutty yang sibuk maen PS 2 ketimbang ngurus TK (Kerja Khusus) ma, Unyil, adhekku yang sama moody nya πŸ™‚ ma satu lagi, tapi yang tidak tahu kangen ato apa, saya sendiri tidak bisa mendefiniskan kangen itu seperti apa πŸ˜› cuma pingin liat wajahnya, dah seminggu tidak melihat wajahnya dan matanya yang teduh πŸ˜› si Abang.

Akhirnya malam itu saya telepon Unyil, jarang-jarang bisa nyambung, maklum wartawan yang cukup sibuk πŸ˜› ngobrol banyak, sampai tiba-tiba berkaca-kaca mata ini, padahal saya bukan orang mellow akhir-akhir ini πŸ™‚ Rasanya lama tidak ngobrol seperti ini dan saling meraba moody masing-masing, kebetulan kita berdua dianugrahi dapat merasakan”nya” πŸ™‚ Dan kemarin ada kesempatan untuk mengunjunginya, meski mood nya sedang tidak 100% “in the mood” πŸ™‚ mungkin gara-gara kucing garong itu ya, dhek? πŸ˜€ Tapi, yang penting dah liat kamu, denger kamu ketawa, plus foto-foto dengan henpun baru πŸ™‚

Lalu, mencoba menelpon Uni, tapi tidak bisa, sepertinya dia sudah tidur. Akhirnya tadi malam saya telepon, dia sedang jalan-jalan dengan teman-teman kantornya yang lama. telepon 3 menit itu berasa lebih lama dari waktu sebenernya. Dia bercerita cukup banyak. Rasanya seperti Uni ada disini berceloteh rame πŸ˜› Ditambah dengan chatting kemarion, rencana mau ke Jakarta, nginep di kost dia yang mungil, dimasakin Chicken Teriyaki ala Uni πŸ™‚ Waktu kemarin On Air di HardRock FM, dia sempatin streaming dari Jakarta πŸ™‚ and, tadi hari ini, waktu chatting dia bilang :

πŸ™‚ Akhirnya, bisa merasakan aura ini, Uni πŸ™‚

Tadi malem, waktu mau ke rumah Aunty Lala (memastikan that she’s ok), aku mampir ke rumah Ndutty, tanpa telepon ato sms dulu. Untungnya, aku dateng, dia baru dateng dari PeTeCe πŸ™‚ Ya udah, aku ngobrol banyak ma dia, ma Mamanya Ndutty, dikasi Sari Apel, makasih Ai πŸ™‚ Dah gitu saling mencela berat badan masing-masing πŸ˜› Ngobrol dari masalah film yang dia tonton (kartun yang lagi maen di 21 Cineplex. Dah aku ajakin film romantis aka PS. I Love You, dia geleng-geleng ketakutan bin malu, hehehehehe πŸ˜› Ndutty doyan anime, pinter kecerdasan buatan, tapi paling anti keromantisan, hahahahahahaha, lucu banget tampangnya waktu mo diajakin nonton film romantis πŸ˜€ ) sampe ngobrol tentang peluang kerja programmer di Indo. Aku saranin dia ke S’Pore, rugi dengan otaknya (yup, emang aku gak sepinter dia, jauuuuhhhh malah, tapi aku tau kualitas dia dengan proyek kecerdasan buatan πŸ™‚ ). Disana dia bisa mengais dolar-dolar S’Pore jauh lebih banyak, kebetulan alumni STTS juga banyak yang disana. Meski dia lebih prefer ke Jepang, menemui Laruku-nya πŸ™‚ Ganbatte, Ndutty!!

Satu lagi, si Abang πŸ™‚ Sekali lagi gak tau kangen atau tidak. Cuma mau liat kiwil rambutna ma matanya yang bikin sejuk πŸ˜€ Cuma kemarin waktu di HardRock FM teteup gak bisa ketemuan, dia lagi deadline, ditungguin klien pula. Padahal jaraknya cuma beberapa langkah dari aku. Cuma kan gak bisa asal nyelonong ke kantor orang, aku masih tau aturan kesopanan πŸ™‚ Ini juga belum dibales sms ku, cuma ngobrol bentar di YM tadi, masih deadline dia…… Habis deadline, tidur ya, bang… biar gak kurus πŸ˜›

* Buat yang yang lain, termasuk yang aku kuatirin kemarin ato si upik abu, bukan berarti gak kangen, cuma ini yang lagi aku kangen banget πŸ™‚ *

March 24, 2008

air mata,,,

Posted in just me, heart n mind at 9:49 am by justrere

saat melihatnya,
mulai berkaca-kaca
tampak di sudut matanya,
gumpalan air mata yang dicoba ditahannya

saat itu aku tak mengerti,
tak tahu harus bagaimana

ingin memeluk,
tapi ada tembok yang memisahkan
ingin menghapus linangan air mata itu,
tapi ada sekat di hati

entah, apa yang mesti kulakukan,
melihatnya pun ku tak kuasa
hanya bisa alihkan pandangan,
mungkin ini adalah bagian ego diriku

maaf, tak ada yang bisa kulakukan
maaf, tlah membuat air mata itu jatuh
maaf, jika kenangan itu terkuak lagi

ku hanya ingin,
membuatmu tersenyum
menerbitkan tawa lagi
meski dengan kegilaanku
dengan segala kekonyolan yang ada
walau dengan bawelku

hanya ini yang bisa kuberikan,
tak mampu menjanjikan apapun,
hanya berusaha ada di saat kamu butuh,
hanya ingin tak ada airmata kesedihan yang terjatuh lagi

maaf jika terlalu bawel,
maaf jika selalu merepotkanmu,
maaf jika hanya ini yang bisa,
kamu tahu alasannya….

*apa aku terlalu bawel??? -semoga bawelku menjadi senyum bagimu-*

March 20, 2008

Talkshow TPC di Festival Buku Murah

Posted in Event at 9:06 am by justrere

pameran-buku.gif

TuguPahlawan.Com akan menggelar talkshow pada acara Festival Buku Murah Surabaya 2008

  • Tema ….: Menjadi penulis online
  • Hari……: Minggu, 23 Maret 2008
  • Pukul….: 15.30-17.30
  • Tempat.: Gedung Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Jl. Menur Pumpungan (Sebelah Kampus STIESIA)

Adapun kisi-kisi materinya sebagai berikut:

  1. Memperkenalkan blog sebagai media baru untuk penulisan
  2. Manfaat ngeblog
  3. Tahap-tahap membuat blog
  4. Tema tulisan dalam blog pribadi
  5. Mengelola blog pribadi
  6. Sharing pengalaman ngeblog
  7. Profil TuguPahlawan.Com

Delegasi TPC yang akan hadir dalam talkshow tersebut:

  1. Det (Koordinator)
  2. Anangku (Bukan Anangmu, apalagi Anangnya mereka!)
  3. Arul (Insan Perubahan)
  4. Rere (Salah satu blogger cewek TPC)
  5. Kucluk (Polos dan apa adanya)
  6. Kamu….??? [silakan konfirmasi ke deteksi[at]gmail[dot]com atau YM deeonbiz

Teman-teman diharapkan datang semua untuk memeriahkan acara ini dan memberikan dukungan moral kepada delegasi TPC.


Ayo, datang yah…. πŸ™‚ Yang penasaran ma temen TPC yang selama ini cuma bisa ditemui di dunia maya, yang cuma bisa dibayangin sambil ngiler, hehehehehe πŸ˜› Monggo ayo datang, saling tular ide dan informasi πŸ™‚ Mungkin bagi yang jomblo, mo cari pasangan, hahahahaha πŸ˜€

Diambil langsung tanpa perubahan dari : TuguPahlawan.com

March 19, 2008

Utukki : Sayap Para Dewa

Posted in Book at 6:58 am by justrere

Satu lagi novel dari Clara Ng, penulis novel best seller di Indonesia, setelah beberapa karyanya yang lain, antara lain Trilogi Indiana Chronicle, The (Un)Reality Show, Dimsum Terakhir, Tiga Venus, dan Utukki : Sayap Para Dewa.

Utukki merupakan novel percintaan yang dilatarbelakangi oleh mitos-mitos Mesir. Diceritakan pada tahun 5000 Sebelum Masehi, ketika manusia percaya akan keberadaan Dunia-Atas yang merupakan tempat tinggal para dewa dewi dan kekal abadi di dalamnya serta Dunia-Mahluk-Hidup yang ditempati oleh manusia yang tidak abadi. Utukki sendiri adalah sebutan bagi anak-anak yang dilahirkan oleh Dewi Antu (Bumi) yang merupakan pasangan dari Dewa Anu (Langit). Salah satu Utukki terakhir, Nannia jatuh cinta pada seorang pendeta di bumi, Enka. Sang ibu, Dewi Antu, marah besar dan tidak merestuinya. Di sisi lain, Dewa Anu, telah menggariskan takdir mereka dalam buku nasib. Di lain sisi, terdapat Dewi Cinta dan Perang, Dewi Ihstar, yang jatuh cinta juga kepada Enka, sayangnya Enka tidak mengetahuinya, dan malah jatuh cinta kepada Nannia. Kisah cinta ini akhirnya akan berkelanjutan saat mereka bereinkarnasi kembali 7000 ribu tahun kemudian, yaitu pada tahun 2000.

Dari seluruh rangkaian cerita, ide cerita yang diambil cukup nyentrik, dimana masih sedikit penulis yang menceritakan tentang cinta dengan bumbu mitos dan petualangan. Bahkan di tengah-tengah cerita digambarkan salah satu tokoh, Celia, harus berjuang melawan 7 monster Utukki. Yang uniknya, diantara penggalan-penggalan paragraf romance dan berkesan mengharu-biru, penulis menyisipkan banyolan-banyolan salah seorang dewa, yaitu dewa Marduk yang memang suka asal. Bahkan dewa pun Jogging segala πŸ˜€ (bagian ini sukses bikin saya ngakak setelah terharu)

Penulis juga cukup imajinatif menggambarkan keadaan di Dunia-Atas dengan segala pernak-perniknya. Pembaca seolah-olah dibawa ke negeri antah-berantah. Di novel ini pula, disebutkan bahwa indera manusia adalah 7, dimana indera keenam adalah gelombang pikiran, indera kesembilan adalah kepekaan yang amat sangat, dan indera kesepuluh adalah suara hati. Bagaimana indera kedelapan? Menurut para dewa, indera kedelapan harus ditemukan oleh manusia itu sendiri, jadi silahkan baca novel ini dan temukan apa indera kedelapan itu πŸ™‚

Secara keseluruhan, novel ini mengajarkan arti cinta yang sesungguhnya, cinta tanpa syarat apapun, kegelapan akibat cinta tak berbalas, perjuangan menyatukan cinta, pencarian cinta serta menjaga kekuatan cinta selama bertahun-tahun tanpa bisa bertemu, tanpa saling tatap dan menyentuh satu sama lain, dan saat semua orang telah melupakan mereka. Berikut ini adalah cuplikan isi novelnya :


Cinta… adalah kekuatan, kekuatan untuk berani merelakannya pergi, walau itu menyakitkan. Cinta… adalah ketabahan ketabahan untuk menerima hal-hal yang sulit diterima. Cinta… adalah keabadian, karena cinta itu adalah jantung pemberi kehidupan.

Halaman 172


Terimalah penderitaan sebagai manusia; penderitaan yang bercampur menjadi kegembiraan. Itulah hakikat Cinta

Halaman 305


“Gilakah itu namanya? Gilakah menjadi cemburu karena terlalu mencintaimu? Gilakah jika aku tidak rela melihatmu membagi cinta?”

“Itu gila. Cinta tak seharusnya seperti ini. Kau membuat orang yang kucintai terbunuh!”

“Beginilah cinta yang seharusnya. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara mencintaimu lebih daripada ini”

Jadi beginilah rasanya jika dicintai secara membabi buta. Cinta yang tak mampu melihat adalah tikaman panah tepat pada jantung. Cinta yang tak mampu mendengar adalah pemerkosaan pada jiwa dalam kesewenang-wenangan.

Halaman 312


…maafkan aku karena tidak dapat mengerti apa arti cinta….

Cinta itu hangat, Ibu

…Maafkan aku karena tidak pernah tersentuh gelombang perasaan itu…

Cinta adalah alasan utama bagi manusia agar terus hidup, Ibu

…maafkan aku karena tidak dapat memberi makna cinta…

…tapi biarkan aku melakukan satu hal benar setelah beribu-ribu tahun…

Halaman 380

Clara Ng dengan sukses membuat hati pembaca naik turun mengikuti alur cerita ini. Ditambah ending yang tak tertebak, novel ini layak untuk dibaca. Good job, Clara πŸ™‚

March 18, 2008

Da*n!

Posted in just me, heart n mind at 8:13 am by justrere

setiap hari, kelar bangun tidur
mesti kuarin motor 2 biji pula!
mana minta taruh halaman belakang lah
mesti muter lagi!
Da*n!

ntar malem, sebelum tidur
mesti balikin motor
dari halaman belakang ke garasi
belum lagi kalo aku pulang tengah malam!
Da*n!

dulu waktu mo bikin usaha ini
gak ada tuh woro-woro tentang hal ini,
bikin capek, ribet, ruwet
Da*n!

mana pake bilang,
aku sewot lah, ga mau disuruh lah!
lha kalo tiap hari kayak begini…..!
Da*n!

akirnya, muntap juga!
“ga bakal ilang! aku disini gak kemana-mana!!”
Da*n!

Sial!

March 17, 2008

Happy BDay, Unyil

Posted in Journal at 11:24 pm by justrere

Buat adhek angkatku, Bianda Nadia Anissa, Happy BDay yang ke-23. Semoga dengan bertambahnya usia, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dipermudah jodohnya, mendapatkan rezeki yang halal dan barokah, selalu diberi kesehatan, kesabaran dan cinta. Semoga dengan bertambahnya usia, membuat lebih mawas diri, lebih bijaksana, dan lebih dewasa dalam menyingkapi segala hal yang terjadi. Bertambah umur berarti juga 1 tahun berlalu kesempatan hidup di dunia ini, semoga dengan begini, bisa lebih merenungkan, apa yang sudah kamu perbuat buat diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar kamu. Jika belum, maka inilah saatnya, menggali potensi yang ada di dalam dirimu, berbuat lebih banyak lagi untuk orang-orang di sekitar kamu. Juga kamu akan mengurangi hal-hal negatif dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang kamu miliki.

Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu. Semoga semua impian yang kamu cita-citakan selama ini, dapat terwujud. Semoga Allah memberimu umur yang panjang untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Sekali lagi, Happy 23rd Birthday!

*Dari tadi, aku telepon kamu, di 2 nomer itu dan di rumah enggak bisa semua. Lebih dari 10 kali aku telepon ke GSM malem itu, sibu terus. So, aku sms ajah. BT banget enggak bisa telepon kamu. Kamu kalo sudah deadline, hape pasti ditinggal di meja -Sigh-*

Brum…Ciit….Gubrak!

Posted in Journal at 6:32 pm by justrere

Kemarin sore, waktu pulang dari memberikan les privat, saya mampir ke kampus sebentar, mau balikin komik The Prince of Tennis yang terbaru, nomer 30 kalo tidak salah. Di depan toko persewaan Mahkota ada segerombolan orang. Kebetulan tidak naik motor Honda saya, tapi naik Shogun-nya sodara saya, yang kebetulan nganggur di rumah. Dengan sok ke-PeDe-an, blayer-blayer gas motor, Brum….Brummmm, sambil belok, mau parkir. And suddenly… Ciiittt, Gubrak! Motornya jatuh ke samping kanan, dan secara naluri berusaha menahan dengan kaki kanan saya, dan akhirnya motor itu menindih kaki kanan saya. Langsung salah satu dari gerombolan tadi menolong saya. Untungnya, saya berhasil menahannya, jadi bisa cepet berdiri. Saya lupa ini motor, kalo dibikin belok, sambil nge-rem yang mendadak dan jalanan tidak bersahabat, ya bakal berdecit dan sedikit oleng. Saat itu mungkin sedang apes dan dimarahi Tuhan, karena sok ke-PeDe-an tadi, ditambah tidak bisa mengontrol motor saat oleng, so jadilah kejatuhan motor…. 😦 Apa saya malu? yah, sedikit… secara urat malu saya sudah tertindih motor juga tadi… πŸ˜› Untungnya (lagi), saya mengenakan kaos kaki, jadi saya pikir saat itu, pasti saya baik-baik saja. Saya sms 2 orang teman terdekat, Inggit dan Aunty Lala. Cuma 1 kalimat dari Inggit :

Syukurin, kapokmu kapan, Re… Hehe…

Dasar temen sableng! Sampai di rumah, saya cek kaki, ternyata ada lecet sedikit, padahal dah pake kaos kaki, jadi bingung πŸ˜› Akhirnya saya plester ajah, biar tidak terlalu perih kalau terkena air. Lalu, malemnya saat kuar makan ma Abang sudah mau cerita, tapi lupa πŸ˜› jadi saya sms dia sesampainya saya di rumah. Ternyata, dia langsung telepon saya. Wah, cepet banget sampe di kost, bang πŸ™‚ kata saya dalam hati. Dia tanya, kok bisa, terus gimana? Yah gapapa sih. Eh, lalu Aunty Lala telepon juga, dengan nada khawatir. Ceramah dan wejangan-wejangan khas kuar dari mulutnya. Saya terima semua itu, karena memang saya yang salah. Sedikit ada perasaan gimana gitu…. ada yang kuatir dan memperhatikan saya πŸ™‚ Terima kasih, yaccchhhhh πŸ™‚

Dan sore ini, saat perasaan saya enggak enak, karena kepala mulai tuing… tuing… tidak jelas, karena seharian terkena panasnya surabaya, mungkin ditambah tekanan juga lagi turun. Tiba-tiba ketika di rumah, mulai mual-mual, rasanya ingin muntah, tapi saya tahan. Akhirnya setelah Ashar, membuat segelas susu coklat panas. Alhamdulillah, agak mendingan. Sepertinya kadar asam di lambung sedikit meningkat. Padahal menurut keponakan saya yang satu ini, Chubby (Finally, dia pindah nge-blog dari FS ke Blogspot.com, karena aku komporin bukan, Chub? hehehehe πŸ˜› Masa IPK 3,8 iSTTS pula dan bakal calon IT Consultant (Humas) BCA, enggak bisa otak-atik template blog? huahahahahaha πŸ˜€ ), pokoknya perut dimasukin sesuatu, maka kadar asam tidak akan terlalu tinggi. Yah, mungkin lagi bandel asamnya πŸ™‚ Padahal tadi siang sudah minum kopi waktu di McCafe Plaza Surabaya, dan makan 1 burger. Ditambah hati yang enggak tenang, entah kenapa, saya juga tidak tahu. Tapi masih harus ke Tenggilis, disuruh Ibu. Eh, di jalan ada orang sableng! Tiba-tiba memotong jalan, seenak udel! Akhirnya cuma bisa mengumpat dalam hati, “Dasar orang sableng, gila! Emang enggak mikir orang lain, apa! Iyah, kalo dia yang celaka, kalo sampe orang lain gimana????” Saya memang sedikit takut dan trauma kalo menyetir motor, tapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak mau menyetir motor, ya enggak bakal bisa kemana-mana.

Malam ini setelah magrib, mau keluar dengan Mas Galih, setelah beberapa waktu lalu, dia mengajak saya keluar, selalu saja saya tidak bisa. Kasihan juga… πŸ˜› Padahal dulu kita sering banget keluar bareng. Tidak enak juga kalau saya tolak ajakannya lagi πŸ™‚ Yah, perasaan tidak tenang sudah sedikit hilang, sambil menulis ini dan mendengarkan Drive n’ Jive, HardRock FM Surabaya. Semoga malam ini akan berakhir dengan hati yang damai πŸ™‚

Next page