February 26, 2008

What UnPredictable Life…

Posted in Journal at 2:36 pm by justrere

Kemarin Senin, 25 Februari 2008, dapet kabar mengejutkan dari teman saat sedang online di YM. Sebuah berita duka. Salah satu adik kelas di STTS (sekarang berubah jadi iSTTS), meninggal dunia. Thomas, mahasiswa angkatan 2003 meninggal hari Minggu, 24 Februari 2008. Kabarnya dia meninggal karena kesetrum 😦 dari kabar yang saya dengar, dia sedang berusaha membersihkan talang air di tempat Multiplayer yang dia kelola. Membaca kabar itu di YM saja sudah membuat speecless. Kebetulan aku pernah bekerja sama dengannya. Kalau tidak salah ketika tahun 2003 atau 2004, aku lupa tepatnya. Di kampus akan diadakan lomba pemrograman tahunan, Informatic Games. Kebetulan saya menjabat sebagai Koordinator Dana, dan (alm) Thomas sebagai anggota sie materi, kalau tidak salah. Dan dimulai dari acara IG tersebut dia dekat salah seorang panitia acara tersebut. Kebetulan saya juga kenal dengan perempuan yang sedang dia dekati. Dari kepanitiaan acara tersebut, saya mengenal (alm) Thomas. Di tengah ke-invidualis-tas kampus, dia orangnya baik, sederhana, tidak banyak bicara, tidak neko-neko kalau dalam bahasa Jawa, tulus, dan mau turun tangan membantu yang lain, kebetulan dia termasuk salah satu mahasiswa pintar di kampus, salah satu finalis Olimpide Komputer Indonesia, kalau saya tidak salah ingat. Bagi saya pribadi, kepribadiannya cukup bersahaja di tengah mahasiswa STTS yang sudah sibuk sendiri dan tidak peduli sekitarnya. Pada saat melihat mereka berdua mulai sering bersama (bahkan saya bilang jarang saya melihat mereka jalan sendiri”), saya sempat berujar pada sahabat saya, Merry, “Kayaknya kalo mereka punya anak bakal pinter komputer semua. Lha papa ma mama nya pinter ma rajin gitu”. Dan ternyata…… life is so unpredictable…… mungkin kalo ada hal jelek, misal ga naek kelas or something like that, bisa diterima…. Tapi, mendengar dia dah gak ada, cukup mengagetkan. Meskipun saya sudah lama tidak melihat dia. Saya sudah jarang di kampus. (alm) Thomas rencananya bakal maju Tugas Akhir dalam waktu dekat. Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Memang manusia cuma bisa membuat rencana, hasil akhir DIA juga yang menentukan. Mungkin saat ini kita bertanya, kenapa Tuhan mengambil dirinya saat ini, di saat dia masih mengejar mimpi-mimpinya? Mungkin bukan sekarang kita akan mendapat jawaba dariNya dan akan mengerti, tapi mungkin nanti jika tiba saat, jika diri kita tlah siap, maka kita akan mengerti akan kehendakNya.

Secara pribadi, saya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kemarin jasadnya dikremasi di Adiyasa, Surabaya. Kemungkinan besar hari ini akan dimakamkan. Semoga keluarga, kerabat dan orang-orang di sekitarnya, mendapat kebesaran hati dan mengikhlaskan kepergiannya.

Selamat Jalan, Teman. Semoga Kau Mendapat Tempat Yang Terbaik Di SisiNYA.

Advertisements