February 29, 2008

Bakso Keliling Pak Djo

Posted in Makanan at 7:30 am by justrere

 

Kamis kemarin, 28 Februari 2008, diajakin ke rumah Chubby, salah satu temen kampus, yang juga ponakanku ­čśŤ (Ini silsilah dari Hima STTS yang akhirnya menjadi keluarga besar ­čśÇ ). Rencanya bukan buat makan bakso. Tapi waktu asyik nonton pilem, tiba ada suara “tok…tok…”. Suara khas dari bambu kecil yang dipukul oleh penjualnya, menandakan dia tengah menjajakan baksonya. Karena tergiur, akhirnya dipanggil lah bakso tersebut. Pertamanya, aku pikir ini pasti bakso seperti biasa, enggak ada istimewanya.

Karena enggak terlalu lapar, karena udah nyemil gorengan yang dibelikan ma Ai (Artinya : Tante, Mamanya Chubby) ­čśŤ Aku pesen bakso campur kecuali tahu, enggak doyan soalnya ­čśŤ dan tanpa kuah. Chubby ma Ai pesen lengkap. Enggak ketinggalan saos dan sambalnya.

 

Waktu gigitan pertama…… Hmmmm, kuakui emang beda. Kalo bakso di tempat lain, enggak sepenuhnya daging, ada campurannya (mungkin…). Tapi ini rasanya beda. Untuk bakso halusnya, bener-bener halus, dan rasanya daging banget ­čÖé Waktu makan bakso Pak Djo ini, jadi inget dulu suka banget makan Bakso Solo, waktu masih kecil tinggal di Situbondo (Sedikit aneh, namanya bakso solo, kok adanya di Situbondo, hehehehe ­čśŤ ). Lalu bakso kasarnya, seratnya enggak terlalu banyak, yang bisa bikin nyangkut dimana-mana ­čśŤ , jadi buatku udah pas ­čÖé Then, ada siomay. Favoritnya Chubby adalah siomay ini. Enggak seperti siomay di tempat lain, dari semua yang pernah aku makan porsi kulit dan isi siomay adalah banyakan kulitnya, sedikit yang perbandingan kulit sama dengan isi siomay itu sendiri. Tapi siomay ini malah isi siomay jauh lebih banyak daripada kulitnya, jadi enggak terlalu kenyal ­čÖé Ada juga gorengannya. Yah, kalo yang ini rasanya biasa ajah, mugkin karena aku dah kekenyangan, hehehehe ­čśŤ

Di gerobak bakso kelililing Pak Djo, ada alamat di daerah manyar dan teleponnya, jadi kalo mo pesen, bisa juga. Aku sempat nyeletuk, “Loh pak, ada teleponnya juga ya?”. “Iya non, saya sendiri yang angkat ­čÖé “, katanya. dalam hatiku berkata, bagus juga kalo pake HaPe kali ya… Tapi ntar malah HaPe nya nyemplung di tempat kuah, hehehehe ­čśŤ Dan ternyata bakso keliling Pak Djo dah eksis sejak dulu, waktu Chubby masih kecil, cerita Chubby. Hebat juga pikirku, karena enggak gampang mempertahankan kualitas bakso dan bisa eksis sampai lama. Kemungkinan besar ini adalah usaha keluarga yang diturunkan ke anak cucu. Waktu menulis ini, sempat terpikir keinginan untuk melihat proses pembuatan bakso ini dari awal hingga siap dibawa keliling untuk dijual, maybe next time, kalo ada waktu lebih ­čÖé

Secara keseluruhan, bakso dan pelengkapnya (siomay dan gorengannya) cukup enak. Untuk masalah harga, ini yang aku enggak tahu ­čśŤ Soalnya ditraktir, hehehe ­čÖé XieXie, Ai ­čÖé

February 28, 2008

The Lunch Gossip

Posted in Book at 6:15 am by justrere

Mereka mencari bitch…
dan menemukannya dalam diri masing-masing.

Sepenggal kalimat di atas adalah cuplikan resensi dari novel metropop berjudul The Lunch Gossip yang ditulis oleh Tria Barmawi. Novel ini dibuka dengan penjelasan tentang bitch itu sendiri. Mungkin seringkali yang kita dengar bitch adalah ungkapan memaki. Padahal jika melihat di kamus, arti kata bitch lebih mengarah pada perempuan yang menyebalkan, keras kepala, berlidah tajam, serta egois.

Dari judul novelnya, bisa ditebak ini adalah novel ‘perempuan banget’. Karena gossip memang identik dengan kaum hawa, meskipun di saat makan siang (lunch), para lelaki juga pasti mengobrol dengan rekannya meski kadang ‘menyerempet’ kepada gossip. tapi mereka mendiskusikannya sambil lalu, tidak seperti perempuan yang penasaran pada setiap detilnya. Yah, itulah perempuan ­čÖé

Setting novel ini sebagian besar berada di kantor BeIT International, sebuah kantor teknologi informasi, dimana sebagian besar karyawannya adalah kaum adam. Di kantor inilah lima karakter utama di dalam novel ini bertemu. Xylana atau Xixi, Kynthia atau Tia, Keisha, Vinka dan Arimbi, lima karakter yang berbeda bisa menjadi sahabat karena aktivitas makan siang bersama yang mereka lakukan. Ada si perfeksionis, ada yang lugu dan polos, ada juga yang modis, ada juga yang superbaik menolong yang lain, ada lagi yang ceplas-ceplos mengungkapkan isi hatinya. Ada yang suka pada mereka, juga ada sebal pada mereka. Ada salah seorang yang tidak menyukai kehadiran mereka disana. Rententan masalah satu demi satu mulai muncul di permukaan. Mulai dari fitnah yang kelewatan, affair dengan bos, ditekan oleh pimpinan proyek, hingga terjerat CLBK (Cinta Lama bersemi Kembali). Apakah semua masalah ini berakar dari seseorang yang tidak menyukai mereka? Ataukah memang karena ada musuh di dalam selimut yang tidak bisa menerima keadaan sahabatnya?

Novel ini cukup ringan, mengajarkan pada kita bahwa hidup memang tidak bisa ditebak, banyak kejutan (hal 262), mungkin itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna-warni layaknya pelangi ­čÖé Seseorang yang bersikap sangat menyebalkan terhadap kita mungkin punya sisi baik tapi sisi baik tersebut terlalu jauh terkubur di bawah sisi buruknya (hal 233). Teman yang cukup dekat akhirnya menjadi acuh, dan orang yang tidak disangka malah menunjukkan perhatiannya terhadap kita, meskipun dengan cara yang berbeda, yang mungkin saat itu kita belum memahaminya. Memang susah mengukur hati manusia (hal 245).

February 27, 2008

Wiken = nGuPi..! (Part 2)

Posted in Jalan-Jalan, Journal at 11:12 am by justrere

Ini lanjutan dari Wiken (Part 1).……

Minggu, 24 Februari 2008 (Part 2)

Tujuan 1 : Kalidami
Minggu sore ini, aku ma temen” dari TPC bakal ada rapat kecil untuk bakalnya gawe TPC yang pertama. Rapatnya diadakan di calon salah satu sponsor di daerah Kalidami. Berhubung, aku enggak tau daerah itu, dan aku juga ada janji ma Inggit jam 5 sore, so aku nebeng Mas Avi. Sekitar jam 12.30, Mas Avi jemput aku dirumah, dan langsung menuju ke Kalidami. Disana dah kumpul TPCers yang lain. Ada Mas Dion, Pak Ghofur, Cempluk, Anas, sapa lagi yah…? ada 2 orang TPCers lagi, tapi lupa namanya, hehehehe ­čśŤ maaapppffffff…… Ini beberapa potonya…..:

Tujuan 2 : TePe
Karena jam sudah menunjukkan jam 5 sore, ‘jemputan’ku dah dateng ­čśŤ Dimas, jemput aku di Kalidami, karena dia lagi butuh something ­čśŤ Lanjut ketemu Inggit di jalan besar itu. Dan lanjut lah ke TePe (again and again…). Kali ini ke TePe emang ada maunya. yaitu mo nyari kado for my lovely daddy. Muter” dari TePe1, TePe2, sampe TePe3 dijabanin semua… sampe pegel semua nih kaki…. *Pyuh…..* Setelah ketemu barang yang cucok, antara harga ma kualitas sesuai, kita mo nyari cemilan….. dah laper soalna…… Ngeliat gerai Ecxelso, tergoda juga…. Soanya dari tadi mulai masuk TePe, aslinya aku dah ngantuk….. ntah kenapa…. -_- Dan Inggit lagi ngidam Ice Cream. Kan di Excelso ada Kopi yang ada campuran Ice Cream nya, so jadilah kita ke Excelso (lagi, setelah sehari sebelumnya ke Excelso ­čÖé ). Kali ini pilihanku jatuh pada Mega Mocha Shake, dari namanya dah ketauan ini campuran dari kopi, mocha, dan krim, dan di-blend jadi satu. Inggit pesen Sunda Kelapa, ini campuran kopi, krim, ice cream vanilla dan strawberry. Aku pikir bakal radak eneg, soalnya aku gak terlalu doyan ice cream strawberry….. Tapi ternyata, enyak! ­čśÇ Karena kita laper, akhirnya pesen cemilan Excelso Sampler, yang isinya french fries, sosis aya, bola cumi, ayam nugget. Karena porsi lumayan besar, jadi kita bagi dua makannya, satu mangkuk berdua, gak romantis blas, tapi hemat sih iya ­čśÇ

Saat itu dah mau jam 9 malem, tapi karena butuh casing CDMA yang baru (yang lama dah jebol…:D ), so mampir beli casing dulu. Tiba” Mr.Gondrong sms ­čÖé Seharian dia gak sms… ternyata dia ke Sidoarjo, ada event disana ­čÖé Karena gak bisa bales sms, dikarenakan HaPe dah beranimasi karena low-bat ­čśŤ , so ku telepon dirinya. Dari suaranya kedengaran capek banget, ya udah cuma ngobrol biasa ajah, sekalian tanya kenapa tadi pagi waktu dibangunin, gak bangun blas….. ternyata imsonia katanya ­čśŤ

Tujuan 3 : Agojas-Mulyosari
Sebelum pulang, kita mampir dulu di Agojas, pingin nyemil jagung. Coba si-Koko tau, pasti dah ngomel” karena aku lagi banyak”nya nyemil, wakakakakaka ­čśÇ “Tenang ko, kalo kamu balik dari S’Pore, pasti aku dah kurusan kok. Awas nek dihina lagi, tak doain kayak tiang listrik! ­čśÇ ­čśÇ ” Aku pesen Jagung Bakar Pedas Manis dan minumnya Teh Botol, Inggit pesen Jagung Bakar Serut BBQ dan Ronde.

Akhirnya, sekitar jam10 malem, balik ke rumah, dianter ma Inggit. Inggit sendiri langsung balik ke rumahnya di daerah mayjend, jauh ya… ­čśŤ Ngupiholic, emang enyaaaaakkkkkk ­čśÇ

February 26, 2008

What UnPredictable Life…

Posted in Journal at 2:36 pm by justrere

Kemarin Senin, 25 Februari 2008, dapet kabar mengejutkan dari teman saat sedang online di YM. Sebuah berita duka. Salah satu adik kelas di STTS (sekarang berubah jadi iSTTS), meninggal dunia. Thomas, mahasiswa angkatan 2003 meninggal hari Minggu, 24 Februari 2008. Kabarnya dia meninggal karena kesetrum ­čśŽ dari kabar yang saya dengar, dia sedang berusaha membersihkan talang air di tempat Multiplayer yang dia kelola. Membaca kabar itu di YM saja sudah membuat speecless. Kebetulan aku pernah bekerja sama dengannya. Kalau tidak salah ketika tahun 2003 atau 2004, aku lupa tepatnya. Di kampus akan diadakan lomba pemrograman tahunan, Informatic Games. Kebetulan saya menjabat sebagai Koordinator Dana, dan (alm) Thomas sebagai anggota sie materi, kalau tidak salah. Dan dimulai dari acara IG tersebut dia dekat salah seorang panitia acara tersebut. Kebetulan saya juga kenal dengan perempuan yang sedang dia dekati. Dari kepanitiaan acara tersebut, saya mengenal (alm) Thomas. Di tengah ke-invidualis-tas kampus, dia orangnya baik, sederhana, tidak banyak bicara, tidak neko-neko kalau dalam bahasa Jawa, tulus, dan mau turun tangan membantu yang lain, kebetulan dia termasuk salah satu mahasiswa pintar di kampus, salah satu finalis Olimpide Komputer Indonesia, kalau saya tidak salah ingat. Bagi saya pribadi, kepribadiannya cukup bersahaja di tengah mahasiswa STTS yang sudah sibuk sendiri dan tidak peduli sekitarnya. Pada saat melihat mereka berdua mulai sering bersama (bahkan saya bilang jarang saya melihat mereka jalan sendiri”), saya sempat berujar pada sahabat saya, Merry, “Kayaknya kalo mereka punya anak bakal pinter komputer semua. Lha papa ma mama nya pinter ma rajin gitu”. Dan ternyata…… life is so unpredictable…… mungkin kalo ada hal jelek, misal ga naek kelas or something like that, bisa diterima…. Tapi, mendengar dia dah gak ada, cukup mengagetkan. Meskipun saya sudah lama tidak melihat dia. Saya sudah jarang di kampus. (alm) Thomas rencananya bakal maju Tugas Akhir dalam waktu dekat. Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Memang manusia cuma bisa membuat rencana, hasil akhir DIA juga yang menentukan. Mungkin saat ini kita bertanya, kenapa Tuhan mengambil dirinya saat ini, di saat dia masih mengejar mimpi-mimpinya? Mungkin bukan sekarang kita akan mendapat jawaba dariNya dan akan mengerti, tapi mungkin nanti jika tiba saat, jika diri kita tlah siap, maka kita akan mengerti akan kehendakNya.

Secara pribadi, saya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kemarin jasadnya dikremasi di Adiyasa, Surabaya. Kemungkinan besar hari ini akan dimakamkan. Semoga keluarga, kerabat dan orang-orang di sekitarnya, mendapat kebesaran hati dan mengikhlaskan kepergiannya.

Selamat Jalan, Teman. Semoga Kau Mendapat Tempat Yang Terbaik Di SisiNYA.

February 25, 2008

Wiken = nGuPi..! (Part 1)

Posted in Jalan-Jalan, Journal at 10:07 am by justrere

Wiken kemarin, Sabtu (23/02) dan Minggu (24/2) bener” ngupiholic ­čśŤ Biar enggak terlalu panjang, dibagi jadi 2 bagian. So, let’s begin ngupiholic journey ­čÖé

Sabtu, 23 Februari 2008

Tujuan 1 : SuTos (again… again…:P )
Siang itu, sekitar jam 13.30, Inggit telepon aku. Seperti biasa, kalau di kantor sepi, atau mereka lagi bosen, pasti telepon aku. Gak rame kalo gak ada aku, hahahahahaha ­čśÇ ­čśÇ Aslinya aku disuruh mampir kantor, tapi aku males, hehehehe ­čśŤ Trus, Zay, Barista Utama di Coffee Toffee, ngajakin ngupi” di SuTos. Biasa dia kan mesti sering” riset untuk produk-produknya, ini adalah salah satu enaknya kerja disini, ngupi gretong (baca : gratis, sok pake bahasa ABeGe, ­čśŤ ) everday! ­čÖé Nah, rencananya kita mo pergi bertiga, Aku, Inggit ma Zay, Threesome ceritanya, hehehehe ­čśŤ tapi, di tengah jalan, sekitar jam 18.30, Inggit EsEmEs, kagak jadi ikut, karena ada urusan mendadak ma temennya (Enggak selamanya selingkuh itu indah, hahahahahahaha ­čśÇ *becanda, ing…*). Ya akhirnya, Zay jemput aku dirumah jam 19.00 (cowok yang tepat waktu ­čÖé ), langsung kita jalan ke SuTos. Baru sadar, kok jalanan macet banget yah?? Oh ya, ini kan malem minggu, hehehehehe, jadi aku kencan ma Zay dunk, XiXiXiXi ­čśŤ

Kutai di Malam Minggu

Dan ternyata, kita enggak dapet parkir ­čśŽ Emang kan, tempat parkir di SuTos kecil banget untuk ukuran mall. Mungkin emang ini tujuannya buat mobil dan pengunjung hotelnya, kali ya.. Selain itu, dari yang aku denger di Radio HardrockFM, emang selama seminggu ini adalah launching dari SuTos ini, jadi penates aja rame banget. Nah, arus Jalan Adityawarman pun berubah malem itu, cuma boleh satu arah menuju Kodam Brawijaya, yang arah sebaliknya enggak boleh. Entah cuma berlaku malam itu aja, atau seterusnya. Bisa jadi seterusnya, untuk menghindari kemacetan. Akhirnya, kita putuskan ke TePe aka Tunjungan Plaza ­čÖé

Tujuan 2 : TePe aka Tunjungan Plaza
Untuk menghindari antri parkir di TePe, kita parkir di Gelael. Dan waktu masuk TePe, kita cukup kaget, karena TePe gak terlalu rame, padahal ini kan malem minggu…. ­čÖé

Karena emang dah diniati mo ngupi”, so kita pilih” tempat buat ngupi. Pilihannya antara StarBucks ma Excelso. So, kita milih Excelso, karena dah jarang ke Excelso sih ­čÖé Di Excelso aku pesen Ice Caramel Capucino. Ini cuma campuran kopi dengan rasa capucino, diberi sirup caramel di atasnya dan es batu. yah, rasanya sih enggak ada yang istimewa. Caramelnya cuma kerasa di awal ajah, selanjutnya biasa aja. Kalo Zay pesen C & C Frappio ma French Fries. Kalo pesenannya Zay, campuran kopi, susu, coookies trus di-blend jadi satu. Ini rasanya lebih manis gitu, selain dari susu juga karena cookiesnya, aku rasa. Lebih prefer minumanku, lebih ‘kopi’ rasanya ­čśŤ

Dan, di Excelso kita emang cuma ngupi” plus narsis” yang enggak jelas, hehehehe ­čśŤ Poto” diri sendiri sampe baterai kamera habis, hehehehehe ­čśÇ Lagi enaknya ngupi sambil cerita”, eh…. “kringggggggg” HaPe ku bunyi (sebenernya gak gitu nada deringnya, tapi bingung memvisualisasi dalam tulisan hehehe) ­čśŤ Mas Avi telepon. Begini kira” per-telepon-an kala itu :

Mas Avi : dimana Re?
Me : di TePe, mas?
Mas Avi : Kamu tuh, kok kencan ma Zay seh? Seminggu kuar ma 3 cowok yang berbeda. Kemarin Minggu ma aku, trus kopdar ma cowok lain, eh sekarang ma Zay.
Me : hahahahahahaha ­čśÇ ­čśÇ (sampe segitunya, tau aku kuar dengan beberapa teman cowokku ­čÖé )
Mas Avi : gak jadi ke SuTos? (Mas avi tau aku mau ke SuTos, karena sebelumnya ngajakin aku ke DTC)
Me : Gak dapet parkir, mas. Jadi kita pindah ke TePe. Zay pingin ngupi soalnya.
Mas Avi : kenapa gak di Coffee Toffee (Maksudnya outlet-nya Mas Avi. Mas, dah tak promo-in, awas nek dikasih gretong, hehehe ­čśŤ kapan juga aku pernah bayar, hahahahahaha ­čśÇ ) ajah? Ini ada Dimas juga (Dia temen kantor juga dulu, waktu masih di Coffee Toffee)
Me : Leh, kan Zay sekalian riset iki. Ntar deh, kelar dari TePe, mampir ke CT kalo belum tutup.
Mas Avi : Yakin ta, kamu dateng?
Me : Iyah, beneran, jam 10 an kali…..Pokoknya, aku dapet gratisan ma Zay ya..??? ­čśŤ
Mas Avi : Iyah…..

Jam masih jam 21.00, tapi TePe dah gak begitu rame. Kita yang cuci mata juga, jadi males, hehehehe ­čśŤ Akhirnya, kita langsung ke outlet CT di Dharmahusada. Ada Mamat, barista yang ngurus outlet, Dimas ma temennya (lupa namanya, hehehehe ­čśŤ ) Tapi si empunya outlet aka Mas Avi, gak ada. Akhirnya aku telepon, begini isi per-telepon-an nya :

Me : Mas, aku dah di Dharmahusada. Kamu dimana?
Mas Avi : Sek dirumah, lagi dirumah. Ntar balik ke sana kok.
Me : Heh. Ngapain?
Mas Avi : Lagi kebelet, mau kebelakang.
Me : ­čśŤ (gak keliatan juga seh, nek aku senyum hehehehe) Ya udah, ntar bawain cemilan yah? hehehehe
Mas Avi : iyah, beres.

Sambil nunggu cemilan dateng (bukan nunggu Mas Avi nya, tapi cemilannya, hehehehe ­čśŤ ), aku pesen Chocolacino dan Zay pesen Hot Tea. Entah karena dah malem ato gara” liat mobil ber-plat luar kota yang sedikit goyang yang isinya ABeGe, Mamat jadi error ­čśŤ Aku malah dibikinin Chocolate Grande, yang sudah pasti enggak ada kopi, campurannya (seingatku) coklat, susu. Pantesan manis banget. Akhirnya, nambahin sendiri kopinya dengan kopi cair yang masih panas ­čÖé Akhirnya, lebih enak, lebih enggak manis.

Malem itu mendung banget. Dan enggak lama ujan turun, akhirnya meja ma kursi yang ada dipindahin dulu. Seperti ritual sebelumnya, poto sana-sini dulu, hehehehe ­čśŤ Ini ritual wajib soalnya ­čÖé Abis poto”, Mas Avi memamerkan udah ngajak Fanny yang dah diajakin ke outlet tadi siang. Dimas juga sedikit memuji pe-nampak-an Fanny. Tapi, kok kayaknya Mas Avi yang senyum, hahahahahaha ­čśÇ (Peace, Mas Avi!)

Dah jam 23.00, saatnya pulang. Soalnya besoknya Mas Avi ma Mamat juga ada even katanya. Dimas juga dah di telepon ma yayank nya, so akhirnya kita pulang bareng. Berhubung masih ujan dikit”, Mas Avi nawarin pulang bareng dia. Berangkat ma Zay, pulang ma Mas Avi, emang gak jelas blas, hahahahaha ­čśÇ

(to be continued…)

 

February 22, 2008

Jumper @ XXI Sutos

Posted in Jalan-Jalan, Movie at 12:29 pm by justrere

Tadi malem,┬ánonton┬áJumper┬ádi┬áSurabaya┬áTown┬áSquare,┬ábersama┬áseorang┬áteman,┬áMr.Gondrong. Akhirnya keturutan juga bisa nonton di bioskop yang katanya lebih eksklusif dari bioskop-bioskop yang ada di Surabaya ­čÖé

Waktu┬ádah┬ámasuk┬áke┬ádalam┬ábioskop,┬ákebetulan┬ádi┬áTheatre┬á1,┬áberasa┬áluas┬ábanget!┬á­čśÇ┬áIni┬áderetan┬ábangku┬ápenonton┬ásampe┬ádengan┬ábaris┬áT.┬áBener-bener┬ábisa┬ámenampung┬áorang┬ásekampung┬áneh┬á­čśŤ┬áBut!┬áWaktu┬álagi┬ánaik┬átangga┬ányari┬átempat┬áduduk,┬áada┬ásesosok┬ámahluk hitam,┬álewat┬ádengan berlari cukup cepat. Eitsss….. I guess it’s a RAT! Masa sih aku salah liat??? Kayaknya beneran deh…… Hmmmm, cukup bikin ilfil, mengingat ini bioskop baru dan katanya sehh… eksklusif ­čśŤ (Semoga aku salah liat aja, hehehehe ­čśŤ )

Dari┬ácerita┬áfilm┬áJumper┬ásendiri,┬áyang┬ámerupakan┬ájenis┬áfilm┬áAction,┬ádiceritakan┬áseorang┬áanak┬ábernama David Rice┬á(Hayden Christensen) yang┬á┬ápunya┬ákekuatan┬áuntuk┬áberpindah tempat kemana saja sesuai keinginan hatinya. Bisa keluar negeri kemanapun tanpa naik pesawat or bayar tiket ke tempat2 eksotis di seluruh dunia┬ádan┬átanpa┬ápaspor┬á­čÖé

Dari background keluarga yang kurang kasih sayang, Ibunya meninggalkannya saat David berusia 5 tahun, dan tinggal dengan Ayah yang kurang bertanggung jawab. So, setelah David sadar kekuatannya, ia memutuskan keluar rumah, Nah, untuk menghidupinya dia mencuri dari satu bank ke bank lain tanpa ketahuan.

Masalah mulai muncul, saat ia tahu, bahwa ia termasuk kaum Jumper yang akan terus diburu oleh Kaum Paladin, yang diketuai oleh Roland (Samuel L Jackson). Dan alasan ibunya meninggalkannya sewaktu kecil karena ibunya juga termasuk golongan Paladin.

Menurut┬ápendapat┬ápribadi,┬áfilm┬áini┬átermasuk┬ábiasa┬áajah┬á­čÖé┬áEnggak┬áada┬ásesuatu┬áyang┬áspecial┬ábanget,┬ákecuali┬ácerita┬áyang┬ábeda┬áaja.┬áSelain┬áitu┬ájalan┬ácerita,┬áaction┬áyang┬áditampilkan┬ájuga┬áterkesan┬ábiasa, dan tambahan bumbu percintaan ­čÖé ┬áKalo┬ámo┬ádikasih┬ábintang┬á(kayak┬áhotel┬ábegitu,┬áhihihi┬á­čśŤ┬á),┬ácuma┬á2,5┬ábintang┬á­čśŤ┬á

Tapi,┬áfilm┬áini┬álumayan┬álah┬áditonton,┬ákalo┬ákagak┬áada┬áyang┬ábagus,┬áhehehehe┬á­čśŤ┬áIstilahnya┬átemenku,┬áFilm┬áyang┬ábagus┬ásambil┬álalu┬á­čśŤ

Berikut keterangan tambahan tentang film Jumper, yang diambil dari exodiac :

JUMPER
Release Date: Feb 14, 2008 (Intl.)
Feb 15, 2008 (Ind.)
Director: Doug Liman
Writer: David S. Goyer, Simon Kinberg, Jim Uhls
Starring: Hayden Christensen, Samuel L. Jackson, Rachel Bilson, Jamie Bell, Max Thieriot, Shawn Roberts, AnnaSophia Robb
Studio: 20th Century Fox
Category: Action, Sci-Fi, Thriller
Review Writer: Denny
Review Date: Feb 15, 2008

Makan di Bebaqaran

Posted in Jalan-Jalan at 9:42 am by justrere

Image Hosted by 2and2.net

Minggu malem, 17 Februari Kemarin, bareng Mas Avi di warung Bebaqaran lesehan di daerah Barata Jaya. Sebetulnya acara makan ini enggak sengaja, rencanaya mau KopDar ma temen sesama blogger Surabaya, TuguPahlawan.com (TPC), di Taman Bungkul.┬áTernyata┬ákita┬ásalah┬áhari,┬áhehehehe┬á­čśŤ┬áSo,┬ájadilah┬ákita┬á‘mendamparkan’┬ádiri┬ádi┬áBebaqaran.

Baru┬ápertama┬ákali┬áini┬áaku┬ámakan┬ádi┬áBebaqaran.┬áKata┬ábeberapa┬áteman┬áyang┬áudah┬ányicip┬ámenu┬ádisini,┬álumayan┬áantara┬árasa┬ádan┬áharga┬á­čÖé

So, malem itu kita pesen 2 Paket Gurami Bakar seharga Rp. 8.500,- per posi dengan isi paket : Nasi, sepotong kecil gurame bakar, tahu goreng, dan sedikit lalapan. Lalu, dengan minum Lemon Squash dan Es Teh.

Menurut┬áaku┬ápribadi,┬ábumbunya┬ácukup┬ámeresap┬áke┬ádalam┬águrame.┬áMemang┬ásih,┬águrame┬ánya┬ácuma┬ásepotong┬ákecil┬áajah,┬átapi┬áseperti┬ámemang┬ádibuat┬ádengan┬áporsi┬ácukup┬áuntuk┬á1┬áorang┬áyang┬ánormal,┬áhehehehe┬á­čśŤ┬áKalau┬ámau┬ánambah,┬ámonggo….┬á┬á­čÖé

Karena penasaran ma gambar Cumi Bakar yang ada di menu, akhirnya aku nambah Cumi Bakar ­čÖé Honesly, rasanya aneh ­čśŤ Bentuk cumi nya dibikin sate gitu. Begitu gigitan pertama sampai di mulut, yang ada rasa pedas, yang kemungkinan besar dari rasa merica. Masih mending Gurame Bakar nya aku rasa ­čÖé

Makan┬ámalam┬ádadakan┬áini┬ádiakhiri┬ádengan┬áminum┬áLemon┬áSquash┬ápesenanku.┬áDari┬árasanya┬ámenurutku┬ácampuran┬ájeruk┬ánipis┬ádan┬ásoda┬ágitu┬ádeh…┬á­čÖé

So,┬ádengan┬ábudget┬ákurang┬ádari┬áRp.┬á20.000,-┬ábisa┬ámakan┬álumayan┬áenak┬ádan┬ákenyang,┬ápastinya┬á­čÖé┬áYang┬ámencari┬ásuasana┬álesehan,┬ádan┬ámakanan┬áyang┬áenak,┬ákenyang,┬áenggak┬ámahal,┬ámonggo┬ásilahkan┬ádicoba┬á­čÖé

February 18, 2008

i DO miss you

Posted in Poem, Prosa at 7:10 pm by justrere

Miss You


baru terasa kini
saat tak ada lagi
sms,
celotehan,
ke-oon-an,
darimumeski tak harus bertemu
lewat kata-kata itu,
bagaimana kamu ‘menampar’ku,
bagaimana kamu menyemangatiku,
membuatku bangkit lagi setelah jatuh,
membuatku melihat dunia dari fantasi yang beda,
dan membuatku tersenyum
melihat keluguan dan kepolosan hatimutapi, kini…..
ada yang hilang…
apapun itu, aku pun tak tahu
dan tak mau tahu
yang jelas, rasa ini
mirip satu tahun lalu,
seperti saat dia juga pergi…

mungkin, rasa ini
tumbuh karena biasa
tanpa kusadari
dan kucegah…

aku selalu takut merasakan hal ini
lagi dan lagi…
tapi, tetap saja

satu yang pasti,
ku bukan batu (ternyata)


nb : semoga kata-katamu cepat kembali mengisi hapeku lagi… karena, i need you (at this moment….)

February 11, 2008

Niat (more and more)

Posted in Journal at 5:05 pm by justrere

Malem sabtu kemarin (1/2 ’08) My Lil’ Bro came home. Akhir” ini emang dia sering pulang sih. Nah, malem itu, setelah dia dinner, kita ngobrol banyak hal. Mulai dari perkara cowok, ceweknya, kerjaan sampe tentang skripsi.

Kebetulan, sorenya aku mampir ke tempat kerja yang lama. Sebelum pulang sempat ngobrol ma beberapa ‘petinggi’ kantor. Mereka nawari buat balik ke Kantor, kalau aku dah kelar kuliah. Ada beberapa jabatan yang ditawarkan. Malah salah satu dari mereka said like this, ‘Re, kalo kamu ngerasa berpotensi di satu bidang, dan belum ada divisi itu di kantor kita, bikin aja divisi itu dan kamu yang akan bertanggung jawab di divisi itu’. Nah loh, malah bikin gue bengong ­čśÇ Kan ini bukan kantor milikku, tapi berasa gimana gitu… ­čśŤ Seneng juga sih, akhirnya diberi kesempatan juga lebih mengembangkan diriku (halah…) ­čÖé

Nah disisi lai, aku pingin mencoba ha-hal baru. Salah satu resolusi tahun ini adalah mencoba magang di dunia jurnalis. Intinya nyobain jadi wartawan. Kebetulan kemarin di kantor juga, ketemu mas Haryo. Nah, aku cerita-cerita tentang keinginanku ini. Eh, dia malah nawari masukin lowongan di R**I Surabaya, salah satu stasiun TV swasta nasional. Kebetulan ada kenalannya disana. Cukup menarik juga tawarannya ­čÖé Di saat-saat aku lagi sedikit stress :P, ada kemudahan ditawarkan.

My Lil’ Bro said that, “mending kamu cepet kelarin skripsimu, baru pikiran dua tawaran tadi”. Sebelumnya aku kepikiran nunda sidangku, dari Maret tahun ini jadi Juni. Sambil mengambil salah satu tawaran tadi, tentunya dengan status part time, sambil menyelesaikan skripsiku. Kebetulan juga aku mengulang 2 mata kuliah. Tapi, He’s disagree. He said “mending kamu kosentrasi 1-2 bulan, fokus dulu, baru setelah sidang, kamu pilih tawaran tadi. Kan lebih enak. Ini adalah tanggung jawab kita juga sebagai anak kepada orang tua. Kan kasihan mereka juga kepikiran kita enggak lulus”, meski kita dah kerja”. Kaget, adik kecilku dah gede, ternyata ­čśÇ

Mungkin bagi orang lain 1-2 bulan, cuma bentar ajah. Tapi bagiku yang enggak bisa duduk diam ajah dan fokus, sedikit berat. Enggak biasa jah, hehehe ­čśŤ apalagi mesti dirumah aja… Ditambah lagi, ma “tekanan-tekanan” lain, berupa omongan orang tua tentang waktunya mencari pasangan hidup, di umurku ini, jadi kadang terbebani ­čśŤ Maklum, mereka dulu seumurku, mungkin dah mengandung aku, jadi aku maklum banget ­čśŤ Tapi, seperti kata Kahlil Gibran, seorang anak adalah sebuah anak panah, dan biarkan anak panah mencari tujuannya sendiri, kira” gitu, aku lupa soalnya ­čśŤ Aku yakin, “the one” akan datang nanti pada waktunya. Sekarang lebih konsentrasi ma kelulusan dan mengejar mimpi dulu ­čÖé

Tapi, semuanya emang butuh niat dan keinginan yang sangat kuat. Enggak hanya pingin, tapi enggak ada tindakan lanjutan. Selama ini juga gitu soalnya. Tapi ternyata nonsense ­čśŤ Buktinya, dari kemarin setelah ngobrol ma My Lil’ Bro, niatnya mo langsung serius ma skripsi, tapi…. Sejak minggu kemarin enggak menyentuh laptop sama sekali ­čśŤ So emang bener” butuh niat yang kuat, fokus dan disiplin! Mungkin ke orang lain bisa aku lalukan, maksudnya kalo aku ada tanggung jawab terhadap orang lain dan orang banyak. tapi kalo terhadap diriku sendiri, ternyata enggak segampang itu, mungkin karena aku terlalu meremehkannya dan lebih sering menghindarinya ­čśŤ So, mungkin sudah saatnya. Toh, waktu terus berputar. Kalo aku sendiri enggak <i>move on</i>, so hidupku akan tetep begini-begini ajah, dan mimpiku akan tetep jadi mimpi ajah…

February 10, 2008

Takut..

Posted in Poem, Prosa at 6:12 am by justrere


datang lagi..
perasaan itu
terasa gamang, buram
semua bergemuruh disini

ingin semua ini hilang
tapi, ku tak kuasa

hanya berusaha lebih lagi
tak pusatkan pikiranku padanya
mungkin dengan mengacuhkannya
dengan meninggalkannya sendiri,
akan hilang dengan sendirinya
(really) hope so..

(blogging from my cell phone)

Next page