maaf…
10 07 2008mungkin ribuan maaf
yang terucap dari bibirku
tak kan berarti apapun
apalagi membuat semuanya baik-baik saja
Comments : 19 Comments »
Categories : Journal, Poem, just me, heart n mind
mungkin ribuan maaf
yang terucap dari bibirku
tak kan berarti apapun
apalagi membuat semuanya baik-baik saja
tanah masih basah
aromanya masih tercium jelas
dari sisa hujan tadi malam
embun pun belum kering
ketika harus menahan hati
ketika mesti menahan ingin
semua itu tak mudah
tak sederhana
ratusan hari yang kulalui
bersama nafasmu
ribuan detik yang kuhabiskan
bersama detak nadimu
tak kan mudah terhapus
katanya cinta itu tulus
katanya cinta itu menyatukan beda
katanya cinta tak peduli apapun
tapi realita tak selalu seindah roman picisan
Diantara gerimis hujan
yang membasahi bumi
sama dengan kalbu ini
tlah tumpah oleh air mata
yang menanti dengan gelisah
kehadiranmu kembali disini
yang menunggu dengan ragu
akankah kudapati dirimu lagi, sayang…
kadang hati ini begitu lelah
untuk selalu menunggu dan menunggu
jawaban dari semua sikapmu
selama ini
kadang jiwa ini menjerit
hingga tak mampu lagi bersuara
mereka-reka semua harapan
akankah masih ada asa bersama
sayang, hati ini tlah lelah
sampai kapankan kau kan diam
hanya membisu
dan menatapku nanar tanpa rasa?
ku ingin memelukmu
ku ingin mengecupmu
ku ingin bersandar di dadamu
ku kan tunggu dirimu
meski kadang lelah
tapi tak mungkin mampu
tanpa nafasmu melalui hari
Ambarawa, 04 Mei 2008, 06.44 WIB
Kau datang tak terduga
Seperti hujan di pagi ini
Sejuk dan lembut
Membasuh hatiku yang kosong
Kau bawa senyum
Kau beri damai
Kau tawarkan kehangatan
Yang selama ini hanya angan
Tak pernah terkira
Hadirmu tlah membiusku
Tak pernah berprasangka
Bayanganmu tlah merasuki jiwaku
Setapak demi setapak
Kau pupuskan ragu yang ada
Menuntunku dengan sayapmu
Ajariku terbang, menjemput asa
Yang dulu hanya ada dalam mimpi
Pintaku pada Sang Pemilik Cinta
Semoga mimpiku dan mimpimu
Akan menjadi mimpi paling sempurna
Dan hanya akan menjadi milik kita…
Kala kau hadir dalam hari-hariku
Ku tak bergeming
Saat kamu tawarkan asa yang ku rindu
Ku masih ragu…
Kau tak pernah menyerah atasku
Perlahan, tapi pasti
Kau berikan senyuman
Kau berikan tawa
Dalam setiap malam-malamku
Duniaku menjadi berwana-warni
layaknya pelangi ketika hujan turun
kau sirami hati ini
dengan peluh cintamu
Kau bawa diri ini
terbang ke dalam relung hatimu
Kau bawa jiwa ini
merasakan kehangatan cinta
Meski terbentang jarak,
Memendam pelangi rindu
Hanya satu yang pasti
mereguk Asa kita, ‘tuk selalu bersama
-dibuat untuk dirinya disana yang sedang merenda kasih dan rindu dengan pujaan hatinya. semoga dapat sedikit terhibur
-
Menyusuri hangatnya pasir
Sehangat pelukanmu padaku
Masih jelas terasa
Tapi bayangmu tlah berlalu
Bersama ombak pantai
Waktu kian berlalu
Tinggalkan Ku menepi
Ku hanya menanti
Bayangmu dalam mimpiku
Rindu ini bagai panah
Yang membunuhku perlahan
Tanpa pernah tahu
Kapan datangnya waktu
Asamu menjemput sisa jiwaku
12 Agustus 2007, 17.01 WIB, Mosque depan Kantor Klampis
-Kemarin menemukan puisi ini. Saya simpan disini, agar tidak tercecer
-
dalam keramaian,
kau terdiam
dalam sepi,
kau juga bisu
tak ada sepatah kata terucap
dari bibir mungilmu
seperti layaknya,
ketika kau berceloteh riang
masih saja dalam diam,
ketika ku ajak bercerita
masih saja tak ada kata terucap,
saat ku mengusikmu
auramu kelabu
tak ada tawa
tak ada emosi
hanya mendung menggantung di sisi hatimu
- semoga mendung itu segera berlalu, dan kau akan tersenyum kembali sehingga dunia pun akan tersenyum bersamu. ini buat dirimu… -
Recent Comments