Merajut Asa
11 07 2008dia hadir karena aku datang padanya
ku hanya ingin merengkuh jemarinya
dan berjalan beriringan bersamanya
Read the rest of this entry »
Comments : No Comments »
Categories : just me, heart n mind
dia hadir karena aku datang padanya
ku hanya ingin merengkuh jemarinya
dan berjalan beriringan bersamanya
Read the rest of this entry »
mungkin ribuan maaf
yang terucap dari bibirku
tak kan berarti apapun
apalagi membuat semuanya baik-baik saja
Dia yang selalu jadi tumpuanku
Berbagi senang
Berbagi keluh
Dan dia lah psikologku selama ini
Malam itu,
Kami keluar berempat
Bersama yang lain
Dia juga yang mengajakku turut serta
Read the rest of this entry »
Re, aku baru baca blog-mu. Aku minta maaf yah…
tanah masih basah
aromanya masih tercium jelas
dari sisa hujan tadi malam
embun pun belum kering
ketika harus menahan hati
ketika mesti menahan ingin
semua itu tak mudah
tak sederhana
KENAPA?
CUMA DIAM SAJA?
KAU ANGGAP DIRIKU?
SEONGGOK MAKHLUK BERHATI BATU?
Menembus malam
aku dan dia menyusuri jalan
menikmati waktu yang sempat hilang
ku genggam lengannya
berjalan berdua
menikmati setiap sekon yang ada
kusematkan jari-jariku yang kedinginan
pada jarinya yang hangat
mungkinkah karena pengaruh nikotin?
Kadang kita sebagai manusia, lupa menikmati apa yang kita miliki saat ini. Kita terlalu fokus apa yang tidak kita miliki. Sekuat tenaga kita berusaha memiliki apa yang tak menjadi punya kita. Sampai akhirnya kita sedikit melupakan apa yang kita punya. Akhirnya perlahan-lahan apa yang kita miliki saat ini akan menjauh dan menghilang.
Inilah yang sedang saya rasakan. Saya telah dikelilingi oleh orang-orang terbaik yang dikirimkan Tuhan pada saya. Tuhan meminjamkan mereka pada saya sementara saja, jika tiba saatnya Tuhan pasti akan mengambil milikNya kembali.
Ku terlalu baik pada wanita
Begitu kira-kira statusnya saat sedang online beberapa waktu yang lalu. Dia sudah mulai terasa berbeda saat saya pulang dari perjalanan jauh pulang pergi Ambarawa dengan my sist. Dia kadang hangat, tapi tak jarang dia juga dingin. Saya masih bertahan dengan sikapnya yang seperti itu, tak terprediksi.
Beberapa saat kemudian, saya mendapat kabar dia berada di luar kota yang cukup jauh, dan mungkin belum pernah disinggahi sebelumnya, sendrian dia disana. Cukup membuat saya bertanya, ada apa gerangan. Meski sempat diliputi rasa kuatir, tapi saya percaya padanya. Mungkin dia butuh waktu sejenak sendiri.
Recent Comments