06.19.08
Terbentang oleh rindu,,,
ketika harus menahan hati
ketika mesti menahan ingin
semua itu tak mudah
tak sederhana
mungkin bagimu ini aneh
mungkin bagimu ini terdengar konyol
tapi ini nyata
tapi inilah adanya
terbentang oleh rindu
akan bawelnya dirimu
terhampar oleh rindu
akan kuatirnya dirimu
padaku…
maaf jika ini yang kutempuh
maaf pula jika jalan ini yang kuambil
mungkin terdengar kekanakan
mungkin terasa bodoh
egois?
mungkin itulah yang ada
hanya peduli rasaku?
mungkin itulah diriku
aku harus belajar
mengontrol semua rasa yang ada
aku harus belajar
mengontrol semua kesemuan asa yang timbul
eforia yang kau berikan
perhatian yang kau siramkan
membuatku manja
menumbuhkan candu di sela-sela hidupku
aku rindu…
semua bawelmu
semua petuahmu
semua kemarahanmu
tawa itu…
membuatku rindu
hangat itu
membuatku kembali merindu
aku hanya ingin jadi lebih baik
aku hanya ingin jadi lebih dewasa
di hadapanmu
agar beri kau selaksa kebanggaan disana
aku tak pergi darimu
mungkin hanya lari sejenak
menjauh darimu
untuk menenangkan gejolak yang ada
semoga aku cepat kembali
dan kau masih beri tempat
untuk menikmati tawa
bersamamu…




Nicolea said,
June 19, 2008 at 5:15 pm
rere… hiks..hiks..hiks.. sepertinya ada yang “menjaga hati” untukmu jauh di sana ya.. hiks hiks.. terharu >.<
Anang said,
June 19, 2008 at 6:17 pm
re, kau buat ak menjadi seperti merasa dejavu dan inget lagi posting ku yg tlah lalu hiks..
Rafki RS said,
June 19, 2008 at 11:25 pm
Kalau sudah rindu ya obatnya cuman satu yaitu bertemu. Salam kenal.
ndop said,
June 20, 2008 at 3:31 am
walaaah. mbak rere iki pancene njago pusi.. eh kok jago to, babon maksude…
hehehe…
sayange aku gak mudeng…
Pink said,
June 20, 2008 at 7:32 am
waduh, tulisan yang tebel yang di bawah itu ga bisa kebaca. kecil amir… ato mata saya yang kelewat minus kali yah?
tu2t said,
June 20, 2008 at 9:25 am
hum… hum…
*mendehem tak jelas XD~
achoey sang khilaf said,
June 20, 2008 at 10:01 am
perasaanmu teramat dalam sahabat
dn kau pintar tuk mewaklkannya pada bait-bait puisi yang indah
Chubby Panda said,
June 20, 2008 at 11:04 am
Adoh doh..! Pucink deh kalo dah baca puisi. Chubby bnr2 mati rasa kalo baca puisi bhs Indonesia. Lbh ga isa nangkep feelingnya. (O_o)
tintin said,
June 20, 2008 at 1:25 pm
Wah jadi inget lagu broery pesolima sama Dewi Yull
nana said,
June 20, 2008 at 1:40 pm
baru baca… hmmm….. jadi… udah ngerti kan? lo ga perlu kaya gitu kq…
tempat itu selalu ada Re..
ini tentang apa (atau siapa) sih Re? hehehe
risdania said,
June 20, 2008 at 2:03 pm
mbak,,,,panjang banget puisina,,,bener2 curahan hati yah,,,tenang,,mas diom akan selalu bersamamu mbak,,heheheheh
ubadbmarko said,
June 20, 2008 at 5:20 pm
Angin jangan ditahan tahan non, ntar ga bisa keluar brabe, he..he..
Sungai said,
June 20, 2008 at 6:30 pm
ketika mesti menahan ingin
semua itu tak mudah
tak sederhana
sebenarnya sangat mudah
sangat sederhana
ledakkan saja segala yang sesak
bawa padaku. heheheh
ichanx said,
June 21, 2008 at 1:41 am
halah… berat…… daya tangkap saya akan bahasa puitis sangat minim… hihihi… pokoknya, kalo rindu, ya balikan aja atuh… heuheu
jafis said,
June 21, 2008 at 9:25 am
aku tersentuh….
aze--- said,
June 21, 2008 at 4:02 pm
kya…… jago berpuisi berarti makin membuat saya bingung….
emboh lah…..
——–BINGUNG!!!!———
vei said,
June 22, 2008 at 9:52 am
hehehe ngblank euy klo masalah puisi mah.. hihihii..
yang jelas hidup lah sastrawan indonesia
Fenty said,
June 22, 2008 at 11:51 am
Kaya’nya memang tulisan paling bawah dimaksudkan kaya’ gitu deh. Biar orang males baca, iya kan iya dong ??
nengbiker said,
June 23, 2008 at 6:52 am
re, kemana sih?
Andri said,
June 23, 2008 at 7:37 am
wah puisi lagi nih.. dari tadi kok blog yang Dri kunjungin isiinya tentang puisi terus ya..
AngelNdutz said,
June 23, 2008 at 3:45 pm
hohoho…..lagi hiatus Non?
Rifqi Nz said,
June 26, 2008 at 3:53 am
rere said : *maaf masih mellow-yellow meski tlah usaha mendistraksi pikiran, janji ini adalah posting terakhir tentangnya yang mellow-yellow*
yg ini mellow bukan ya ?
ga komit neh…. wakakakakakk