May 30, 2008
I need to be alone
Kadang kita sebagai manusia, lupa menikmati apa yang kita miliki saat ini. Kita terlalu fokus apa yang tidak kita miliki. Sekuat tenaga kita berusaha memiliki apa yang tak menjadi punya kita. Sampai akhirnya kita sedikit melupakan apa yang kita punya. Akhirnya perlahan-lahan apa yang kita miliki saat ini akan menjauh dan menghilang.
Inilah yang sedang saya rasakan. Saya telah dikelilingi oleh orang-orang terbaik yang dikirimkan Tuhan pada saya. Tuhan meminjamkan mereka pada saya sementara saja, jika tiba saatnya Tuhan pasti akan mengambil milikNya kembali.
Pertama kali saya bertemu dengannya di dunia maya, tepatnya di dunia blog. Terjadi ‘kecelakaan’ ketika dia memberikan komen, sehingga akhirnya kamu harus chatting di YM. Sampai akhirnya chat itu menjadi rutinitas antara saya dan dia. Saya selalu menjahilinya, karena dia tipe wanita yang suka ‘blushing’, padahal dia termasuk kategori tomboy. Sampai akhirnya saya malah bertemu dengannya di kotanya, bahkan tinggal bersamanya. Melakukan hal gila bersamanya. Masih tetap jahil padanya. Dia masih suka manja. Saat saya kembali pun, ada ekspresi sedih disana.
Mulai muncul orang-orang baru, yang ingin saya ‘taklukkan’. Intensitas komunikasi dengannya mulai berkurang, sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya bisa dikatakan jarang. Tapi saat saya terpuruk entah karena cinta itu atau yang lainnya, saya selalu menelponnya. Mencurahkan kegundahan dan kegelisahan. Dia mendengarkan saya. Mendengarkannya bercerita sudah membuat saya tenang. Belum lagi sikap saya yang posesif, tidak mengerti keadaannya. Percayalah, di lubuk hati cuma tak ingin kamu salah langkah, karena saya tahu kamu tlah lelah untuk mencari, bukan. Kelakuan saya mulai tidak mencerminkan seorang sahabat. Saya lebih sibuk memberikan perhatian pada mereka yang lain dan mereka yang ingin saya ‘taklukkan’. Saya lupa bagaimana dia SELALU ada untuk saya. Saya lupa bagaimana dia SELALU siap membantu saya. Saya ingat ketika saya sakit, dia sedih tak bisa datang kemari menengok saya, saya lupa semua itu. Karena saya selalu MERASA mereka jauh lebih berhak mendapat sayang dari saya daripada dia.
Manusia selalu punya batas. Begitu juga dengan dirinya. Mungkin inilah batasnya. Saya SELALU egois akan masalah saya daripada dirinya. Padahal saat ini dia jauh lebih membutuhkan perhatian dari saya. Saat dia mengatakan, “I need to be alone”. Rasanya cukup membuat saya shock. Entah, apa karena saya sedang menstruasi, yang mungkin membuat saya lebih sensitif. Tapi saya merasa dia semakin jauh dari saya. Dan yang membuat lebih sakit, saya tidak bisa membantu saat dia butuh dukungan seorang sahabat, seperti dia selalu ada untuk saya.
Kali ini, tulisan ini saya dedikasikan untuknya. Untuk memohon maaf sebesar-besarnya, karena telah menyia-nyiakan dirinya selama ini. Karena selalu memandang remeh dirinya. Maaf karena saya bodoh dan tolol untuk menyadari ketulusan dan arti persahabatan yang kamu tunjukkan. Maafkan semua perlakuan dan perkataan saya padamu. Saya ingin kamu tahu, saya kehilangan kamu. Saya baru menyadari saya menyayangi kamu. Bukan hanya godaan dan jahil saya seperti dalam sebuah chatting. Tapi saya sadar ada yang hilang. Mungkin benar kata orang-orang, kita baru bisa merasakan arti seseorang setelah kita kehilangan. Buat kamu disana, saya tak berharap kamu akan memaafkan saya, tapi saya cuma ingin kamu beri saya kesempatan untuk meminta maaf, dan memperbaiki kesalahan saya. Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki ini semua?
ps : Kamu tak perlu komentar atas semua ini. Saya mengerti jika kamu terluka. Kamu berhak memperlakukan saya seperti ini.
pss : Tulisan terbuka ini, sebagai bentuk permintaan maaf saya padamu. Meski tak akan cukup, tapi anggaplah ini langkah pertama saya, untuk memperbaiki kesalahan saya.




avy said,
May 30, 2008 at 11:24 pm
hmmm apakah mungkin kamu juga mencoba menaklukkan saya hahahahaha. aya aya wae…
semoga dia mengerti……..sopo sih Re?
confuse karena tulisannya membuat orang penasaran.
Reth™ said,
May 31, 2008 at 10:15 am
Bersyukurlah kamu karena masih punya waktu untuk menyadari kesalahan yang telah dibuat
Dan, semoga dia yang sudah kamu lukai mau memaafkan kamu, karena toh Tuhan yg maha kuasa aja masih membuka maaf untuk qta umatnya, apalagi kita yg cuma manusia biasa
*Retha sok berfilosofi nan menggurui* pletakss!
its meeeee said,
May 31, 2008 at 10:42 am
nothing goes wrong. ok? i still want to enjoy this last moment i have. don’t judge yourself too hard. things are going messy these days for you and me. hope you tougher then ever. get well soon, girl.
Reti said,
May 31, 2008 at 8:46 pm
Ya kita sadar bahwa kita sayang ma seseorang setelah kita kehilangan dia. Aku yakin sahabatmu itu pasti akan mengerti kamu. Jangan sedih ya,re. Ayo donk keluarin the secret nya. Jangan berpikir bahwa dia marah ma kamu. visualisasikan!! Kalian baikan, saling memaafkan, janjian bertemu di suatu tempat & kalian habiskan waktu berdua sebagai ganti waktu2 kalian yang sempat hilang karena masalah salah paham ini.
Raffaell said,
June 1, 2008 at 7:49 am
Kalo aku sih, aku lebih suka kacau balau, dengan kejujuran, karena di ujung jalan aku gak ngeliat jalan yang rumit, daripada aku kacaukan semuanya yang membuat jalan jalan ku semakin rumit…
jadi, ya apa adanya aja, kalaupun harus kacau, dan terima saja semua konsekwensinya, dengan tulus.
toh itu juga hasil dari tindakan kita ?
lebih arif sedikit gpp kan..
HILMAN said,
June 1, 2008 at 2:06 pm
rasa “takut” itu yang aku rasakan kini, Tuhan mengambil yang kita miliki disaat apa yang menurut kita sebagai makhluk pada waktu yang tidak siap menerima….
Fenty said,
June 2, 2008 at 9:26 am
Duuh berat amat sih pembahasanmu bu ….
Ini takluk menakluk apaan sih ??
nana said,
June 2, 2008 at 10:18 am
yang gw tau.. lo selalu berusaha untuk juga bisa mengerti orang laen.. yang gw tau, lo juga peduli kq sama orang2 disekitar lo.. yang gw tau, lo itu juga sahabat yang baik kq… so, smile up Re..
oRiDo™ said,
June 3, 2008 at 9:02 am
masalah hati kadang emang susah utk dihadapi…
hati-hati dengan dalamnya hati..
hati-hati akan hatiNYA yang Pencemburu…
Shei said,
June 3, 2008 at 4:27 pm
Hm……..
Okay then,
It’s Ok kok..
Jangan terlalu dipikir..
Saia ndak papa..
*Sok Jadi yang “Diposting” mode on*
Moga hubungan kalian baik-baik aja yah..
Emang
Everyone come and pass you by, that’s what we called ‘Life’
But,
Friendship..
Never ends!
Gempur Media » Blog Archive » Sekadar Tulisan untuk Sahabat said,
June 3, 2008 at 4:42 pm
[...] ingin menuangkan tulisan di bawah ini untuk sekadar berempati pada beberapa sahabat [Mas Anang, Mbak Rere, sesekali Mas Goen] yang sepertinya dalam keadaan broken link broken heart atau apalah [...]
natazya said,
June 3, 2008 at 6:03 pm
but u cant loose what u never have eniwei…