05.29.08
Mencoba melanjutkan langkah…
Sudah beberapa hari ini, atau tepatnya beberapa minggu terakhir masih dalam keadaan hampir tenggelam, tapi terselamatkan berkat teman-teman maya yang menemani saya, tapi masih saja terombang-ambing tak tentu arah. Dia adalah orang pertama dalam hidup saya yang membuat saya percaya akan arti kasih sayang dan cinta yang tulus, membuat saya percaya akan adanya asa dan harapan bersama yang lebih baik dan lebih indah jika bersamanya di depan sana.
Tapi ternyata, semua asa dan harapan itu menguap seiring dengan keadaan ketika hati tak sama. Saat itu tidak merasa seperti orang sedang patah hati ataupun tak ada air mata sedikitpun yang keluar. Sedikit aneh memang, dan mereka berkata saya sedang ‘denial’ dengan hati saya. Am I? I really dont know. Bukan berarti saya tidak sedih. Saya merasa ada mencelot keluar dari hati dan jiwa saya. Semua harapan yang tertumpu padanya, hilang tak berbekas, seperti asap yang tertiup hembusan angin.
Yang tidak disangka adalah dampak yang begitu besar pada kehidupan selanjutnya. Menjadi tidak semangat dalam menjalani hidup. Semua harapan dan impian saya tentang kehidupan di masa depan pun tak seindah dulu. Apa ini yang dinamakan “Broken Heart”? Entahlah… Dan, akhirnya air mata pun keluar. Mungkin lelah dan pertahanan untuk mempertahankan semua asa akhirnya hanyalah hampa semata.
Malam itu, akhirnya mulai berbicara dari hati ke hati dengan my sist, setelah lama tak bersua. Jarang sekali dia mendengarkan saya dalam keadaan hopeless kemarin. Dia marah dengan kelakukan saya yang hanya lari ke arah-arah gila dan cenderung ‘desructive my self’. Pertama kali saya dengar dia bilang,
“Dhek, aku tau kamu kuat. Rasa itu enggak bakal hilang dalam satu dua hari. Kamu yang selama ini selalu menguatkan aku. Enggak pernah menyerah atas semua keyakinan yang kamu punya, saat aku sendiri enggak yakin. Jangan kamu lari, ngehancurin kamu sendiri, aku gak suka! Ayo, bangun! Kamu tau sendiri gimana aku dulu. Kalo enggak karena kamu, aku gak bakal sekuat sekarang ini. Aku tau kamu bisa. Sekarang gililran mbak mu ini yang bantu kamu, ya dhek?”.
Jujur, air mata yang keluar setelah dia mengatakan itu, saya terharu. Saya punya dia sebagai kakak meski tanpa hubungan darah, dia ada untuk menguatkan dan merangkul saya agar tak terjungkal. Mengingatkan saya kembali bahwa tak selamanya saya harus selalu minta diingatkan. Sekali diingatkan sudah cukup. Saya sudah cukup dewasa untuk bisa mengingat apa yang sudah diingatkan oleh orang-orang tersayang. Inilah saatnya lebih dewasa lagi dalam menyingkapi hidup. Arigato, sist…
Sebelumnya, saat saya tak berhasil menemui my sist, dan semua teman-teman terdekat punya kesibukan sendiri-sendiri, semakin saya merasa tersisih. Dia tiba-tiba hadir, Ms.Na. Dia menguatkan saya bahwa saya tak sendiri. Saya punya dia kapanpun saya butuh untuk saling berbagi cerita. Dia biarkan saya menangis. Meski dia akhirnya, dia juga sedih karena tak bisa melakukan apapun. Jujur saya terharu dia mengatakan hal itu. Kita baru dekat beberapa hari. Tapi dia peduli pada saya, meski kita berdua tak pernah berjumpa
Dia menguatkan saya untuk tetap melangkah ke depan. Melihat dari apa yang sudah dilaluinya, seharusnya saya lebih malu. Keadaan yang dia hadapi jauh lebih sulit dari saya. Tapi dia tak pernah menghancurkan dirinya sendiri. Dia berjuang untuk dirinya sendiri dan kebaikan dirinya di masa depan. Saya salut padanya, akan kekuatan hati dan jiwanya. Mendengar tawanya dan aura suaranya saat sedang hepi, membuat saya menjadi lebih kuat, bahwa saya punya orang-orang yang ada disana. Makasih, na…. It’s so meant to be….
Dan terima kasih untuk semua orang-orang tersayang yang sudah membantu menguatkan saya. Maaf jika kelakuan atau kata-kata saya kurang berkenan yah…..
nb : banyak yang menghujat pasangan di avatar saya kemarin, saya sih enggak peduli, tapi kasihan dia yang dihujat. Tidak bermaksud apapun, cuma ingin meningkatkan mood saya, karena itu perjalanan ke Malang yang seru. Kebetulan saya kangen ma ?Nduk dan juga tentang Malang. Semoga enggak ada yang tersinggung, atau jangan dimasukin hati yah.
Mari melanjutkan langkah yuuukkkk…




det said,
May 29, 2008 at 7:57 pm
yuukkk
Anang said,
May 29, 2008 at 8:13 pm
pokoknya tyetep semangat re
fentygranger said,
May 30, 2008 at 1:02 am
Rere kenapa ???
Ayuuk deh sini kutemani
Duuh ati-ati loh, jadi keikutan jadi Drama Queen kaya’ saya, hihihi, sering merasa hidup sangat miserable. Tapi sekarang enggak kok ;p
nengbiker said,
May 30, 2008 at 11:21 am
Girl Power! i know u can.
i’m sorry for not being there too, nor in chat world, and for this weekend i can’t make it for you…
ndop said,
May 30, 2008 at 1:21 pm
iya re, gak usah tlalu dipikirin. u kan memilih untuk hidup. maka berbuatlah sesuatu untuk hidupmu, jangan hiraukan sgala sesuatu yg hanya akan mmbuat hdpmu hancur…
karena sekali lagi, kamu memilih untuk ttp hidup!
avy said,
May 30, 2008 at 11:30 pm
ooo pantesan kamu tanya nomer hpku….
sorry dory mory, saya tidak bisa mendegarkan curhatmu (halah sok gaya iki, Avy…emangnya rere mau curhat ke kamu hahahahaha).
Ojo Melow-melow tha Re.
Yuk…..kata Si Det melangkah maju…ojo mundur
niaalive said,
June 1, 2008 at 3:20 pm
yeah, maju terus pantang mundur, cowok hilang satu tumbuh sejutaaa =)
khuclukz said,
June 1, 2008 at 6:54 pm
cip.. cemangat mbak!!
nana said,
June 2, 2008 at 10:19 am
u go girl…
ayo, SEMANGAD!!!
saat ini, sepertinya lo udah bisa lebih dewasa dalam menyikapi hidup..
Gempur Media » Blog Archive » Sekadar Tulisan untuk Sahabat said,
June 3, 2008 at 4:48 pm
[...] menuangkan tulisan di bawah ini untuk sekadar berempati pada beberapa sahabat [Mas Anang, Mbak Rere, sesekali Mas Goen] yang sepertinya dalam keadaan broken link broken heart atau apalah namanya. [...]
natazya said,
June 3, 2008 at 5:50 pm
ah… memang pada akhirnya akan ada waktunya buat melanjutkan kembali hidup dan hati yang patah bakal tersambung kembali…
awal tahun ini baru saja mengalami keduanya
u’ll get through it one piece, keep my words! hehehe
dengerin ELISA yang BROKEN deh! ato paling ga googling liriknya aja… ENCOURAGING!