April 26, 2008
Indah Pada Waktunya
Setiap manusia pasti memiliki mimpi masing-masing yang ingin diwujudkan menjadi nyata. Termasuk mimpi tentang hidup bersama dengan orang yang disayanginya, hingga maut memisahkan. Mungkin akan terdengar melankolis, tapi sejatinya itulah yang kita inginkan sebagai manusia yang dianugerahi dengan cinta, bukan? Mungkin banyak diantara kita yang saat ini sudah memiliki calon pendamping hidup, dan tinggal beberapa langkah lagi mewujudkan mimpi menjadi nyata.
Kita dan dirinya, calon pasangan hidup kita, sudah merencanakan sebaik mungkin untuk mewujudkan mimpi itu. Berbagai rencana dari A hingga Z telah dirancang demi kesempurnaan mimpi kita. Di tengah jalan, tiba-tiba orang tua kurang sependapat dengan jalan yang kita tempuh dalam mewujudkan mimpi. Mereka bukan tidak setuju dengan mimpi kita, tapi kurang setuju dengan proses yang kita pilih. Saat itu kita rasanya marah, kecewa, semua perasaan sedih berkecamuk di hati. Begitu banyak pertanyaan “kenapa”, “mengapa” berada dalam kepala, saling sahut-menyahut tanpa ada jawaban yang memuaskan. Di sisi lain, kita yakin dengan proses yang kita pilih, tapi juga tak bisa acuh dengan orang tua kita. Kenapa keadaan tidak memihak pada kita, padahal dulu keadaan begitu mendukung mimpi ini. Kita mulai mempertanyakan dimana keadilan Tuhan bagi umatNya. Mulai ragu, apakah Tuhan ada disana untuk mendengarkan pinta pada hambaNya.
Seiring dengan berjalannya waktu, mendung perlahan mulai tergantikan dengan awan cerah. Mulai ada jalan untuk kompromi antara kita dengan orang tua dan keadaan sekitar. Kita mulai bisa melihat dalam kabut tipis yang masih menyelimuti perjalanan ini. Tapi kita tahu, bahwa kita khilaf, sudah berprasangka buruk terhadap Tuhan. Ternyata Tuhan mendengar semua pinta kita. Hanya Tuhan masih menunggu, menunggu kesiapan kita untuk menerima lebih banyak lagi anugerah dan nikmatNya. Mungkin kemarin Tuhan melihat dari atas sana, kita masih belum pantas untuk menerima semua mimpi kita. Dan Tuhan yang paling tahu kapan waktunya kita siap menerima ini semua dan hanya Tuhan yang tahu apa yang paling kita butuhkan bukan saja kita inginkan sementara saja. Karena Tuhan akan menjadikannya indah semua nikmat dan anugerahNya ketika tiba saatnya.




Anang said,
April 26, 2008 at 6:58 am
Tuhan memang punya cara lain yang lebih indah buat umatnya,
nengbiker said,
April 26, 2008 at 8:10 am
wishing the best for both of us, gurl…
Chubby Panda said,
April 26, 2008 at 10:39 am
Tante cayank…percaya aja ama Yang Esa…serahkan dirimu padaNya dan mengalirlah…dekatkanlah dirimu padaNya untuk bisa mendengar suaraNya dan jgn lupa hati2 kalo bedain suaraNya dengan suara hatimu. Dia memang tahu yang terbaik kok ^o^
deteksi said,
April 26, 2008 at 3:55 pm
indah pada waktunya
memang demikianlah hidup
kucluk said,
April 27, 2008 at 4:39 pm
yup,… asalkan sabar menanti..
dee dee said,
April 28, 2008 at 1:42 pm
kok judul postingannya kayak judul lagu yg kemarin dinyanyiin di idola cilik ( asli ini comment ga puentiing banget :p )
ndop said,
April 28, 2008 at 6:33 pm
ini menimpa saya juga. kenapa saya ngga mau-mau lulus juga.. mungkin memang blom saat yg indah untuk mengakhiri kuliahku.. aku yakin Tuhan punya waktu yg tpat dan indah..
*plok! ndop, tangi!! wis padang lo srengengene*
Reth™ said,
April 29, 2008 at 10:59 am
Indah pada waktunya…
kayak lagu gereja aja Re.
Tapi ya emang bener kok, kan ada tuh pepatah :
Tuhan bilang iya dan kasih apa yg kamu inginkan,
Tuhan bilang nggak dan kasih yg lebi baik
Tuhan bilang nanti dan kasi yg terbaik untuk kamu pada waktunya…
(Eh bener gitu ga seh itu pepatah’e?? Lupa² inget euy)
Mirza said,
April 29, 2008 at 2:37 pm
Re, si lala lupa bilang kali; kalo mau nanya-nanya soal TA ke mas, monggo lho, kirim email aja ke sini : mirza@rfi.co.id
Ndang buruan diselesaikan TA-nya, moso ndak bar-bar.