April 15, 2008
Berjuanglah, Raka…!
Minggu kemarin, 13 April 2008, teman-teman TPC (TuguPahlawan.com) yang terdiri dari Rere, Avy, Pak Gempur, Angki dan Cempluk, melakukan aksi sosial pertama dalam rangka kampanye Anti Gizi Buruk yang diusung oleh TPC tahun ini, yaitu memberikan bantuan kepada korban gizi buruk di RS Soewandhi Surabaya. Karena kesibukan teman-teman dari TPC, maka niat pertama untuk menyalurkan bantuan ke rumah masing-masing penderita gizi buruk terpaksa ditunda terlebih dahulu. Sebagai gantinya, kami langsung memberikan bantuan berupa dana kepada pasien gizi buruk di RS. Soewandhi.
Menjelang pukul 13.00 siang, kami semua telah berada di RS. Soewandhi, dan langsung menuju ke kamar pasien, Raka. Raka adalah salah satu pasien gizi buruk yang sudah pernah diliput di media cetak, Jawa Pos. Sebenarnya, Raka mempunyai saudara kembar, Rafa (kalau tidak salah, ini namanya) sayangnya saudaranya tidak mampu bertahan, dan meninggal pada tanggal 31 Maret 2008. Menurut data yang kami terima dari Dinas Kesehatan, sejak lahir kondisi Raka sudah cukup memprihatinkan. Kemarin, sudah 10 hari Raka dirawat di RS. Soewandhi ini. Kondisinya cukup membuat miris yang menjenguknya. Tubuh mungilnya yang terbungkus kulit putih bersih tergolek lemah tak berdaya dengan ditemani oleh Ibunya, dengan lengan kanan di-infus. Kondisi Raka hanya tinggal tulang terbalut kulitnya dengan kepala yang cukup membesar. Kami sempat berbincang-bincang dengan ibunya Raka, mengenai kondisi Raka dan latar belakang keluarganya. Menurut penuturan ibunya, ayah Raka saat ini sedang bekerja di sebuah hotel, Cosmo, di daerah Surabaya. Kami juga bertanya-tanya dimana letaknya hotel tersebut.
Ada sedikit kendala, yaitu kami disana sempat dicurigai sebagai wartawan. Kami sempat diminta fotokopi kartu identitas dan kartu nama. Berhubung tidak ada yang sedia fotokopi KTP, maka kami menyerahkan kartu nama Mas Avy. Saat akan berpamitan pun, kami sempat diminta menuju ke kantor. Kami sempat ditanyai, siapa kami, tujuan kami, dan ijin kami. Akhirnya, Pak Gempur yang berbicara dengan pihak suster jaga, menjelaskan bahwa, kami adalah sebuah komunitas biasa dan tujuan kami baik, hanya untuk memberikan sumbangan. Karena kami tidak mengantongin ijin dari pihak berwenang dari RS. Soewandhi, maka kami diminta mengisi data.
Sebelum meninggalkan RS. Soewandhi, kami menyempatkan menyerahkan sumbangan kepada Ibunya Raka sebesar Rp. 500.000,- untuk sedikit membantu meringankan beban keluarganya. Sebetulnya masih ada satu korban gizi buruk yang ingin kami jenguk, yang berada di sebelah Raka. Akan tetapi, karena Ibunya tidak ada di tempat, kami menunda niat tersebut.
Laporan dana selengkapnya menyusul.
Semoga pada aksi-aksi sosial berikutnya, akan lebih banyak lagi teman-teman yang bisa hadir dan turut berpartisipasi dalam acara ini.
nb : mohon maaf foto saya ambil dari blog Pak Gempur, karena saat berita ini ditulis saya tidak bisa akses web nya mas Avy dimana semua foto disimpan disana.
diambil dari copy paste laporan yang saya tulis untuk TuguPahlawan.com
Jujur saja, saya miris sekali melihat kondisi Raka. Belum lagi si Ibu yang tak tahu pasti kerja si Bapak dimana. Saya pikir, Raka jika sudah sembuh pasti bakal ganteng, habisnya kulitnya putih gitu. Ah….. saya jadi malu sendiri. Begitu banyak di luar sana yang butuh uluran tangan kita, tapi kita masih asyik dengan kehidupan kita sendiri. Terlalu terpuruk mengeluh dan mengeluh. Bangun pagi, sudah ada nasi lengkap dengan lauk pauk di meja makan pun, kita masih mengeluh karena tidka sesuai dengan keinginan kita. Tapi lihatlah kondisi di atas, Raka yang sejak lahir sudah harus merasakan sakitnya jarum suntik dengan tubuh yang tulang terbalut kulit.
Raka, jangan menyerah ya….
Kamu harus berjuang dengan segenap hati dan jiwa
Rafa sudah menghadap Allah terlebih dahulu
Kamu harus lebih kuat
Biar nanti bisa bantu Bapak dan Ibu,
bisa bermain dengan teman-teman, ya……
Bisa menyongsong masa depan yang lebih baik, sayang…
Maafkan kami….
Tak mampu kami memelukmu
Takut pelukan sayang kami padamu,
akan membuatmu lebih menderita, Raka….
Hanya sentuhan lembut pada kulitmu
untuk menunjukkan kami ada untukmu
Berjuanglah, Raka…..
Kami percaya setiap detik
yang Allah anugerahkan padamu
adalah sangat berharga…
Kami akan selalu mendoakan dan mendukung kamu……
Berjuanglah, Raka….
nb : foto-foto lain bisa dilihat disini.
My Note : Tulisan ini bukan bermaksud mendeskreditkan ataupun mengeksploitasi pihak-pihak tertentu. Hanya uluran tangan dari sesama manusia dan berniat membantu, itu saja. JIka ada teman-teman, baik blogger ataupun komunitas apapun, berniat membantu baik materi maupun moril bisa hubungi saya melalui japri atau silahkan lihat di halaman ini atau langusng di halaman TPC berikut ini.







Yunan said,
April 15, 2008 at 10:29 pm
ah bahagia nya punya teman teman seperti mbak Rere ini dan anak anak TPC
, Keep on Moving rek..!!
Anang said,
April 15, 2008 at 11:23 pm
semoga amal menjadi berkah ladang pahala haamiin..
aRuL said,
April 16, 2008 at 12:50 am
semoga disehatkan yah
*btw kemaren koq ngak diumumin di TPC mbak?*
Bukaningrat ™ said,
April 16, 2008 at 9:13 am
Tunggu postingan saya. Saya bener-bener kehilngan kata-kata
Reth™ said,
April 16, 2008 at 9:23 am
Waahh…kasian ya…
keep on fighting TPC!
deteksi said,
April 16, 2008 at 10:29 am
oalah Re, kok dobel posting dengan TPC?????
hayo… hayo… hayo…
ecchan said,
April 16, 2008 at 11:53 am
*speechless*
terutama gara2 gk bisa ikutan ke TKP…
gempur said,
April 16, 2008 at 2:27 pm
mari siapkan aksi selanjutnya…
Usah Kau Lara Sendiri (Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya-1995) « Raden Mas Angki Bukaningrat ™ said,
April 16, 2008 at 2:39 pm
[...] by ReRe [...]
» Usah Kau Lara Sendiri (Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya-1995) Raden Mas DagDigDug Angki said,
April 16, 2008 at 2:42 pm
[...] by ReRe [...]
lainsiji said,
April 16, 2008 at 3:44 pm
wew.. aksi nyata
semoga menular ke yang lain
salut
ario dipoyono said,
April 16, 2008 at 5:32 pm
semoga raka cepet sembuh, biar bisa ketemu ma cahaya
nengbiker said,
April 16, 2008 at 6:03 pm
keep on going ya..
semoga semangatnya bisa menular
retieswasthyastu said,
April 16, 2008 at 8:27 pm
Tak kuasa ku menahan haru saat ku baca postingmu,re.
Di sudut sana masih ada Raka yang harus berjuang untuk bertahan hidup.
Sedang sudut lain masih banyak orang yang egois dan ga peduli dengan penderitaan orang lain.
Raka, berjuanglah !!! Aku yakin kelak kamu akan menjadi orang paling hebat karena telah mampu berjuang. Tunjukkan kepada dunia, bahwa Raka yang dulu lemah kini menjadi kuat bahkan menjadi kebanggaan Negara.
Ya Tuhan, berikan kesempatan pada Raka untuk buktikan pada dunia.
masmoemet said,
April 16, 2008 at 8:57 pm
salut atas perjuangannya
Just Fenty said,
April 17, 2008 at 8:50 am
Next time jadi pengen ikut deh …
Re tukeran link yuuk …
adams said,
April 17, 2008 at 5:36 pm
maju terus rere
Ana said,
April 19, 2008 at 7:21 pm
waaa.. acaranya bagus..
nambahin ide nih.. kalo pasien di RS dr.Soewandhi kan biasanya maskin, so apa2nya udah gratis dari sononya..
jadi gmana kalo next time ngasinya jangan duit cash?? mendingan kasi aja berupa susu ato apa yang dibutuhin bayinya..