March 31, 2008
Akhirnya, runtuh jua…
mencoba tegar,
mencoba kuat,
demi diriku
dan juga dirinya
ku lalui waktu
bergerak tertatih
bayangannya masih menari
dalam jengkal benakku
berusaha menunggu
dengan sabar dan ikhlas,
meski dengan keterpaksaan
karna hati tak mau kompromi
kau hinggap di relungku
tanpa pernah mengetuk dulu,
dan kini kau pun hilang
berarak awan yang tertiup angin
bentengku tlah runtuh,
otakku tak mampu berpikir,
hanya ada seribu tanya
tentangmu…
dan, satu tetes
meski kucoba menahan
tapi tetap saja
jatuh jua…



