March 27, 2008

Duper Muaaallllleeeezzzzz MODE ON

Posted in Journal at 4:37 pm by justrere

Di otak ini begitu banyak ide yang ingin dituangkan dalam rangkaian kalimat-kalimat. Tapi apa daya. Rasa kemalasan begitu besar. Akhirnya semua ide jadi menjamur dan basi. Sama dengan proyek skripsi yang harusnya kelar akhir bulan ini (deadline terhadap diri sendiri) tapi nyatanya? Enggak tersentuh. Salah satu teman saya, Novi, pernah bilang, bangun pagi harus disentuh dulu programnya, otak-atik modul dulu, ntar pasti ga males akan menguap. Tapi itu teori kan…. meski pernah kujalani dan it’s work, even just a few days….

Tapi enggak mungkin kayak gini mulu. Kemarin waktu pameran buku murah beli buku, judulnya Membaca Rahasia Hati. Disebutkan disana bahwa ruh kita awalnya merupakan ruh dengan sifat-sifat yang baik dariNYA, lalu disatukan dengan jasad yang membawa nafsu. Menurut saya malas adalah salah satu nafsu tadi. Dan memang harus dilawan. Ah, dan enggak semudah bicara dan menuliskannya disini. Tapi jika dibiarkannya, akan terus berlarut-larut dan bertambah parah. -sigh-

So, dengan sedikit ketakutan, keraguan dan segala hal yang mengikutinya, aku harus usaha menghancurkannya. Rencananya, mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan (entah sampai kapan) akan menginap sementara di rumah mas sepupu di Citraland. Mencari suasana baru, menjernihkan pikiran. Teringat kata-kata Uni tadi malem waktu telepon interlokal, “Buat apa kamu disana? Bukankah kamu cuma lari ajah? Kenapa enggak dinikmati semua suasana yang ada di rumah sekarang, hancurkan semua ketakutan dan keraguan kamu”. -sigh- emang bener sih. Tapi tadi pagi, My Lil’Bro ternyata juga mo ikut menginap disana. Tadi pagi waktu telepon ma Aunty, dia sempat bilang “jadi tidur Citraland, Re? Berarti cuma Bapak ma Ibu dirumah?”. Hmmmm, jadi mikir. Iya yah. Cuma tinggal mereka berdua dengan pembantu dan sodara yang emang tinggal dirumah. Yah, akhirnya tetep di Citraland, meski enggak lama. Berusaha menikmati di rumah apapun keadaannya. Sekarang lagi usaha, bagaimana caranya hal ini jadi tantangan bukanya beban, dan menjadikannya nyaman dan menikmati berada di rumah dan menghabiskan sebagian waktu di rumah (selama bertahun-tahun lebih banyak di luar rumah).

*Sore ini, belum sms dirinya. Sengaja menuruti kemauannya untuk sendiri dulu. Semoga ntar malem waktu aku sms, ada balasan darinya. Apakah ini hanya sensasi untuk menaklukannya sekali lagi, atau sudah mulai nyaman dengan kehadiran dirinya?…………..*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.