February 28, 2008
The Lunch Gossip

Mereka mencari bitch…
dan menemukannya dalam diri masing-masing.
Sepenggal kalimat di atas adalah cuplikan resensi dari novel metropop berjudul The Lunch Gossip yang ditulis oleh Tria Barmawi. Novel ini dibuka dengan penjelasan tentang bitch itu sendiri. Mungkin seringkali yang kita dengar bitch adalah ungkapan memaki. Padahal jika melihat di kamus, arti kata bitch lebih mengarah pada perempuan yang menyebalkan, keras kepala, berlidah tajam, serta egois.
Dari judul novelnya, bisa ditebak ini adalah novel ‘perempuan banget’. Karena gossip memang identik dengan kaum hawa, meskipun di saat makan siang (lunch), para lelaki juga pasti mengobrol dengan rekannya meski kadang ‘menyerempet’ kepada gossip. tapi mereka mendiskusikannya sambil lalu, tidak seperti perempuan yang penasaran pada setiap detilnya. Yah, itulah perempuan
Setting novel ini sebagian besar berada di kantor BeIT International, sebuah kantor teknologi informasi, dimana sebagian besar karyawannya adalah kaum adam. Di kantor inilah lima karakter utama di dalam novel ini bertemu. Xylana atau Xixi, Kynthia atau Tia, Keisha, Vinka dan Arimbi, lima karakter yang berbeda bisa menjadi sahabat karena aktivitas makan siang bersama yang mereka lakukan. Ada si perfeksionis, ada yang lugu dan polos, ada juga yang modis, ada juga yang superbaik menolong yang lain, ada lagi yang ceplas-ceplos mengungkapkan isi hatinya. Ada yang suka pada mereka, juga ada sebal pada mereka. Ada salah seorang yang tidak menyukai kehadiran mereka disana. Rententan masalah satu demi satu mulai muncul di permukaan. Mulai dari fitnah yang kelewatan, affair dengan bos, ditekan oleh pimpinan proyek, hingga terjerat CLBK (Cinta Lama bersemi Kembali). Apakah semua masalah ini berakar dari seseorang yang tidak menyukai mereka? Ataukah memang karena ada musuh di dalam selimut yang tidak bisa menerima keadaan sahabatnya?
Novel ini cukup ringan, mengajarkan pada kita bahwa hidup memang tidak bisa ditebak, banyak kejutan (hal 262), mungkin itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna-warni layaknya pelangi
Seseorang yang bersikap sangat menyebalkan terhadap kita mungkin punya sisi baik tapi sisi baik tersebut terlalu jauh terkubur di bawah sisi buruknya (hal 233). Teman yang cukup dekat akhirnya menjadi acuh, dan orang yang tidak disangka malah menunjukkan perhatiannya terhadap kita, meskipun dengan cara yang berbeda, yang mungkin saat itu kita belum memahaminya. Memang susah mengukur hati manusia (hal 245).




Supermoto said,
February 28, 2008 at 3:02 pm
aaaah pertamax lagiā¢
binun mo ngunjungi sapa lageh…pada belum apdet.
wah blog mu jadi pemuas dahaga saya nih Re.
deteksi said,
February 28, 2008 at 5:34 pm
Hekekek.. Aku rasa di tiap tempat kerja ada geng lunch ini. Lunch menjadi kegiatan menyenangkan. Selain menikmati makanan, nggosip adalah bumbu penikmat! Lebih asik kalo anggota geng lunch ini ada cowok ada cewek. Kumplit!
Gempur said,
February 28, 2008 at 8:22 pm
lunch itu apaan sich! *anak TK bertanya*
Dimas said,
February 28, 2008 at 10:33 pm
cowok boleh baca gak ya? *merenung*
salam kenal dari sayah, mari mampir ke blog sayah
Tria said,
February 29, 2008 at 9:21 am
Thanks reviewnya ya! Ijin copy-paste nih
veggie said,
April 24, 2008 at 1:34 pm
setuju…keren yah crita “The Lunch Gossip”
aku br ajah selesai baca ….
Salut tuk mba Tria Barmawi !!!!
n4fl said,
September 8, 2008 at 3:10 pm
Bukunya udah aku baca.. duh. reviewnya bagus bgt.. ajarin doong bikin ripiu kek gini..
Perempuan bgt? yupz… perempuan emang gak bisa jauh2 dari gosip n belanja..